sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Mayoritas Bank Sentral Tahan Suku Bunga di Tengah Perang Iran-AS

Banking editor Wahyu Dwi Anggoro
05/04/2026 07:00 WIB
Sebagian besar bank sentral menahan suku bunga kebijakannya pada Maret 2026 di tengah perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Mayoritas Bank Sentral Tahan Suku Bunga di Tengah Perang Iran-AS. (Foto: Inews Media Group)
Mayoritas Bank Sentral Tahan Suku Bunga di Tengah Perang Iran-AS. (Foto: Inews Media Group)

Australia menjadi satu-satunya pengecualian dengan menaikkan biaya pinjaman sebesar 25 basis poin.  Tidak ada negara maju utama yang memangkas suku bunga selama bulan tersebut.

Negara berkembang menunjukkan sedikit lebih banyak variasi tetapi secara umum tetap berhati-hati. Dari 15 pertemuan pada Maret, 10 bank sentral mempertahankan suku bunga, sementara empat bank sentral mengumumkan pemotongan yang moderat.

Kolombia menjadi satu-satunya negara berkembang yang memperketat kebijakan secara agresif. Suku bunga acuannya naik sebesar 100 basis poin.

Beberapa bank sentral, termasuk di Indonesia, Afrika Selatan, Filipina, Hongaria, dan Republik Ceko, secara eksplisit menyebutkan meningkatnya ketidakpastian yang terkait dengan konflik Timur Tengah dan potensi dampaknya terhadap inflasi sebagai alasan untuk menunda atau membatasi pemotongan suku bunga. (Wahyu Dwi Anggoro)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement