Menurut Ramdan, kinerja transaksi modal dan finansial tetap terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.
“Investasi langsung tetap mencatatkan surplus sebagai cerminan dari persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian dan iklim investasi domestik yang tetap terjaga,” kata Ramdan.
Investasi portofolio juga tetap mencatat surplus, meskipun lebih rendah dibandingkan kuartal IV-2025 sejalan dengan meningkatnya ketidakpastian global.
Sementara itu, investasi lainnya mencatat defisit dipengaruhi oleh pembayaran pinjaman luar negeri yang jatuh tempo serta penempatan kas dan simpanan, serta aset lainnya di luar negeri.
“Dengan perkembangan tersebut, transaksi modal dan finansial pada kuartal I-2026 mencatat defisit USD4,9 miliar, setelah pada kuartal sebelumnya mencatat surplus USD9,0 miliar,” ujar Ramdan.
Ke depan, kata Ramdan, BI senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat memengaruhi prospek NPI dan terus memperkuat respons bauran kebijakan, didukung sinergi kebijakan yang erat dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memperkuat ketahanan eksternal.
“Kinerja NPI 2026 diprakirakan tetap baik dengan defisit transaksi berjalan yang rendah dalam kisaran defisit 1,3 persen sampai dengan 0,5 persen dari PDB,” ujar Ramdan.
(Dhera Arizona)