Hal serupa juga terjadi pada kinerja transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) yang mencatat defisit rendah.
Untuk transaksi berjalan mencatat defisit USD4,0 miliar atau 1,1 persen dari PDB di kuartal I-2026 setelah pada kuartal IV-2025 mencatat defisit USD2,5 miliar atau 0,7 persen dari PDB.
Neraca perdagangan nonmigas tetap membukukan surplus meskipun lebih rendah dibandingkan dengan surplus pada kuartal sebelumnya, sejalan dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi global serta terganggunya rantai pasok perdagangan antarnegara.
Defisit neraca perdagangan migas juga menurun di tengah aktivitas ekonomi domestik yang tetap terjaga. Kemudian defisit neraca pendapatan primer meningkat dipengaruhi oleh kenaikan pembayaran kupon/bunga.
Sementara itu, kinerja neraca jasa membaik sejalan dengan penurunan impor jasa freight.