Dengan adanya konsolidasi tersebut, jumlah BPR/BPRS di wilayah Nusa Tenggara Barat saat ini menjadi 20 BPR/BPRS yang terdiri atas 17 BPR konvensional dan 3 BPRS.
Secara nasional, industri BPR/S pada tahun 2025 menunjukkan kinerja yang positif. Total aset industri BPR/S tumbuh 5,60 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Sedangkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 5,94 persen yoy menjadi Rp177,42 triliun dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang meningkat 5,86 persen yoy menjadi Rp169,69 triliun.
Sementara itu, kinerja industri BPR/S di wilayah NTB juga menunjukkan pertumbuhan yang solid. Total aset BPR/S meningkat 10,20 persen menjadi Rp4,86 triliun," katanya. sedangkan penghimpunan DPK dan penyaluran kredit masing-masing tumbuh sebesar 10,19 persen menjadi Rp3,16 triliun dan 10,21 persen menjadi Rp3,9 triliun.
(kunthi fahmar sandy)