AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Penyaluran PEN Tahap II Bank BJB Capai Rp4,3 Triliun

BANKING
Arif Budianto/Kontributor
Jum'at, 09 Juli 2021 08:43 WIB
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) telah menyalurkan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp4,3 triliun hingga Juli 2021.
BJB telah melakukan penyaluran dana PEN senilai Rp4,3 triliun.  (Foto: MNC Media)
BJB telah melakukan penyaluran dana PEN senilai Rp4,3 triliun. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) telah menyalurkan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp4,3 triliun hingga Juli 2021. Penyaluran dana tersebut merupakan periode kedua sejak Februari 2021 lalu. 

Menurut Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi, pada tahun 2021, Bank BJB kembali mendapatkan kepercayaan untuk menyalurkan dana PEN oleh pemerintah. Besaran dana yang dipinjamkan yaitu Rp2,5 triliun. Pada periode kedua ini, bank bjb telah melakukan penyaluran dana senilai Rp4,3 triliun. Atau hampir dua kali lipat dari dana yang dipinjamkan. Dana PEN tersebut telah disalurkan seluruhnya pada 2 Juli 2021.

"Dana PEN tersebut telah dialokasikan terhadap sejumlah sektor produktif padat karya. Ini menjadi strategi kami untuk membantu pemulihan ekonomi khususnya di wilayah Jawa Barat dan Banten," kata Yuddy pada Diskusi Peran Perbankan Mempercepat Pemulihan Ekonomi yang digelar daring., Kamis (8/7/2021).

Menurut dia, untuk kedua kalinya Bank BJB dipercaya pemerintah sebagai penyalur dana stimulus ekonomi dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional. Terdapat dua gelombang penyaluran PEN pada 2020-2021 dengan nilai masing-masing Rp2,5 Triliun per-periode.

"Di periode pertama tahun 2020, bank bjb selesai menyalurkan dana PEN dalam kurun waktu 2 bulan sebesar Rp5,3 Triliun. Dana telah disalurkan seluruhnya hingga 18 Oktober 2020," ungkap Yuddy.

Lebih lanjut dia menjelaskan, kinerja pembiayaan Bank BJB juga terus meningkat. Sampai dengan Mei 2021 penyaluran kredit bank bjb mampu tumbuh 7,3% didorong segmen konsumer, UMKM, komersial korporasi dan KPR yang tumbuh positif dengan NPL terjaga sehingga turut membantu pemulihan ekonomi baik dari sektor produktif maupun konsumsi.

Di sisi lain, perseroan juga terus melakukan upgrade dan penyesuaian layanan digital untuk mengakomodir kebutuhan nasabah. kini, bank bjb telah memiliki platform digital baik untuk transaksi perbankan, belanja, pengajuan kredit sampai dengan pembinaan bagi para pelaku UMKM.

"Aplikasi bjb Digi sebagai platform utama bank bjb dalam layanan digital banking juga penggunaannya dalam kurun waktu 6 bulan saja meningkat signifikan yakni sebesar 121,2% bila dibandingkan dengan Desember 2020," jelas dia.


Selain itu, dia mengatakan, ekosistem pembayaran melalui QRIS bank bjb juga meningkat secara eksponensial, hingga mencapai 20 kali lipat bila dibandingkan dengan Desember 2020. Hal tersebut sekaligus juga berdampak positif pada pertumbuhan fee based income bank bjb.


Transaksi digital juga harus dibarengi dengan cyber security yang mumpuni untuk menjamin keamanan masyarakat selama bertransaksi. Untuk itu, Yuddy mengatakan, saat ini pihak internal bank bjb telah mengembangkan fraud management system.


“Hal ini adalah salah satu langkah untuk memitigasi risiko yang ada seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi perbankan," imbuh Yuddy. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD