Sumber tersebut dan seorang pelaku industri kartu kredit mengatakan, telah berdiskusi dengan pemerintahan untuk memperoleh kejelasan. Meski masih ada kebingungan soal bagaimana pembatasan akan diterapkan, para pemberi pinjaman menanggapi arahan Trump dengan serius.
Industri keuangan sendiri mengaku terkejut dengan pengumuman pekan lalu. Menyusul hal tersebut, salah satu bank bahkan telah menyiapkan CEO-nya jika sewaktu-waktu menerima panggilan dari pejabat pemerintahan.
"Saya kira akan ada percakapan berkelanjutan antara industri dan pemerintahan," ujar analis perbankan di Argus Research, Stephen Biggar.
Sumber lain mengatakan, selama bertahun-tahun, industri perbankan telah melawan berbagai rancangan undang-undang di Kongres yang bertujuan membatasi suku bunga kartu kredit, dan sikap tersebut tidak berubah.
Bank-bank kemungkinan akan meningkatkan upaya advokasi untuk melawan proposal ini dalam beberapa pekan ke depan.
"Kartu kredit merupakan bisnis yang sangat menguntungkan, dan pembatasan suku bunga berpotensi memengaruhi ekspektasi laba bank-bank besar dan perusahaan kartu kredit di masa depan," kata wakil presiden manajemen portofolio di Mercer Advisors, David Krakauer.