Permata Bank mencatat manajemen likuiditas yang sangat kuat dengan rasio Loan-to-Deposit (LDR) di level 84,5 persen. Total aset bank naik 3,6 persen menjadi Rp268,3 triliun.
Dari sisi pendanaan, simpanan nasabah tumbuh menjadi Rp192,8 triliun, yang didominasi oleh pertumbuhan dana murah atau CASA sebesar 20,1 persen.
Kenaikan ini mengerek rasio CASA bank menjadi 63,9 persen, meningkat signifikan dibandingkan posisi tahun lalu yang sebesar 55,3 persen. Meliza menekankan bahwa bank terus berinovasi untuk memberikan nilai jangka panjang.
"Kami meyakini bahwa pertumbuhan berkelanjutan tidak semata ditentukan oleh skala, melainkan oleh relevansi, dengan menjadi bank pilihan utama nasabah untuk memenuhi kebutuhan keuangan sehari-hari, bisnis, dan keluarga mereka,” kata Meliza.
Melalui penguatan kapabilitas digital, inovasi produk, dan peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan, Meliza mengatakan pihaknya membangun bank yang bertumbuh secara bertanggung jawab, tetap dekat dengan nasabah, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.