sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Permata Bank (BNLI) Raup Laba Rp3,6 Triliun di 2025 Terdorong Pertumbuhan Kredit

Banking editor Anggie Ariesta
12/02/2026 08:36 WIB
Bank Permata (BNLI) catat laba setelah pajak sebesar Rp3,6 triliun hingga Desember 2025. Performa positif ini ditopang oleh pertumbuhan kredit 5,5 persen.
Permata Bank (BNLI) Raup Laba Rp3,6 Triliun di 2025 Terdorong Pertumbuhan Kredit. (Foto: iNews Media Group)
Permata Bank (BNLI) Raup Laba Rp3,6 Triliun di 2025 Terdorong Pertumbuhan Kredit. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Bank Permata Tbk (BNLI) mencatatkan laba setelah pajak sebesar Rp3,6 triliun hingga Desember 2025. Performa positif ini berjalan beriringan dengan penyaluran kredit yang tumbuh 5,5 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp163,3 triliun.

Sementara itu, pendapatan tumbuh sebesar 3,8 persen menjadi Rp12,6 triliun, yang didorong oleh lonjakan signifikan pada pendapatan non-bunga sebesar 34,1 persen menjadi Rp2,6 triliun.

Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli mengatakan, pencapaian ini merupakan hasil dari kedisiplinan bank dalam menjaga fundamental di tengah dinamika ekonomi global.

“Di tengah dinamika perekonomian dan industri perbankan Indonesia sepanjang tahun 2025, Permata Bank terus menjaga momentum pertumbuhan dengan tetap disiplin, prudent, dan konsisten menempatkan nasabah sebagai pusat dari setiap rencana dan keputusan,” ujar Meliza dalam keterangan resminya, Kamis (12/2/2026).

Lebih lanjut, dia mengatakan kinerja perseron mencerminkan fundamental yang resilien, terlihat dari pertumbuhan pendapatan, kualitas aset yang terjaga, serta komitmen untuk terus memperkuat kepercayaan nasabah.

Permata Bank mencatat manajemen likuiditas yang sangat kuat dengan rasio Loan-to-Deposit (LDR) di level 84,5 persen. Total aset bank naik 3,6 persen menjadi Rp268,3 triliun. 

Dari sisi pendanaan, simpanan nasabah tumbuh menjadi Rp192,8 triliun, yang didominasi oleh pertumbuhan dana murah atau CASA sebesar 20,1 persen.

Kenaikan ini mengerek rasio CASA bank menjadi 63,9 persen, meningkat signifikan dibandingkan posisi tahun lalu yang sebesar 55,3 persen. Meliza menekankan bahwa bank terus berinovasi untuk memberikan nilai jangka panjang.

"Kami meyakini bahwa pertumbuhan berkelanjutan tidak semata ditentukan oleh skala, melainkan oleh relevansi, dengan menjadi bank pilihan utama nasabah untuk memenuhi kebutuhan keuangan sehari-hari, bisnis, dan keluarga mereka,” kata Meliza.

Melalui penguatan kapabilitas digital, inovasi produk, dan peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan, Meliza mengatakan pihaknya membangun bank yang bertumbuh secara bertanggung jawab, tetap dekat dengan nasabah, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Meskipun penyaluran kredit meningkat, terutama pada segmen korporasi yang tumbuh 11,2 persen, Permata Bank tetap mampu menjaga kualitas asetnya.

Rasio kredit bermasalah atau NPL Gross stabil di level 2,1 persen, sementara rasio Loan at Risk (LAR) membaik dari 5,5 persen menjadi 4,3 persen.

Bank juga menerapkan pencadangan yang konservatif dengan NPL Coverage sebesar 356 persen. Keunggulan kompetitif Permata Bank semakin terlihat dari struktur permodalan yang merupakan salah satu yang terkuat di Indonesia, dengan rasio CAR sebesar 34,6 persen dan CET-1 sebesar 26,6 persen.

Unit Usaha Syariah (UUS) Permata Bank turut memberikan kontribusi positif dengan pertumbuhan laba operasional sebelum provisi sebesar 8,1 persen menjadi Rp785,3 miliar.

Rasio CASA Syariah tercatat sangat tinggi, yakni mencapai 73,6 persen, yang berada di atas rata-rata industri perbankan syariah nasional.

(Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement