sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Persaingan Makin Sengit, Faktor Ini Jadi Andalan Dompet Digital Agar Dilirik Pasar

Banking editor Taufan Sukma Abdi Putra
23/02/2026 21:42 WIB
Dengan makin luasnya pemanfaatan dompet digital untuk beragam kebutuhan, preferensi pengguna menjadi aspek krusial dalam menentukan pilihan dompet digital.
Persaingan Makin Sengit, Faktor Ini Jadi Andalan Dompet Digital Agar Dilirik Pasar (foto: iNews Media Group)
Persaingan Makin Sengit, Faktor Ini Jadi Andalan Dompet Digital Agar Dilirik Pasar (foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Gelombang pemanfaatan teknologi di sektor keuangan (financial technology/fintech) memasuki babak baru, dengan semakin eksisnya penggunaan dompet digital (e-wallet) di masyarakat.

Tak lagi dianggap semata-mata sebagai alternatif metode pembayaran, kini keberadaan e-wallet juga berevolusi dan memasuki fase baru, dengan menyediakan beragam fasilitas layanan transaksi dalam satu aplikasi.

Hal ini diungkap oleh perusahaan riset multinasional yang berbasis di Prancis, Ipsos, melalui studi terbarunya yang bertajuk Digital Wallet Research 2026: User Behavior & Competitive Landscape.

"Hasil riset kami menunjukkan bahwa e-wallet kini makin terintegrasi dalam berbagai kebutuhan transaksi finansial harian, di mana mayoritas masyarakat menggunakan dompet digital untuk belanja online (86 persen), pembelian makanan dan minuman (77 persen), pembayaran tagihan rutin seperti listrik dan internet (69 persen) dan transfer ke rekening bank (68 persen)," ujar Executive Director Ipsos Indonesia, Andi Sukma, dalam keterangan resminya, Senin (23/2/2026).

Dalam momentum pertumbuhan yang pesat, menurut Andi, terbuka ruang kompetitif bagi para pemain utama e-wallet, seperti ShopeePay, GoPay, DANAdan OVO untuk menghadirkan inovasi berkelanjutan melalui ragam promo, penguatan fitur serta pengembangan ekosistem layanan yang relevan dengan kebutuhan transaksi digital masyarakat.

Di antara para pemain dompet digital di Indonesia, Andi menjelaskan bahwa ShopeePay menduduki peringkat pertama pada indikator utama, yang di antaranya meliputi indikator merek yang paling pertama diingat (Top Of Mind), indikator dompet digital yang digunakan dalam tiga bulan terakhir, serta ndikator jumlah frekuensi transaksi menggunakan dompet digital per bulan.

"Peta persaingan dompet digital di 2025 telah berevolusi dari sekadar meningkatkan awareness menjadi perlombaan pengembangan ekosistem digital dalam satu aplikasi," ujar Andi.

Dalam riset terbarunya, Andi menjelaskan, Ipsos menemukan fakta bahwa preferensi pengguna kini berakar pada keamanan sistem dan kedalaman integrasi layanan, dan bukan lagi soal siapa yang paling dikenal, melainkan siapa yang paling mampu hadir di setiap titik sentuh kehidupan finansial masyarakat secara terintegrasi.

Dengan makin luasnya pemanfaatan dompet digital untuk beragam kebutuhan, preferensi pengguna menjadi aspek krusial dalam menentukan pilihan dompet digital.

Riset terbaru Ipsos mengungkapkan sejumlah faktor utama yang mempengaruhi keputusan masyarakat dalam memilih dompet digital, di mana persebaran preferensinya neliputi promosi yang menarik, terintegrasi dengan aplikasi Industri (tidak lagi semata-mata bertumpu pada promo), banyak digunakan di merchant/toko favorit, serta kemudahan Penggunaan dan keamanan.

"Promo memang masih menjadi pintu masuk utama, tapi integrasi ekosistem, kemudahan penggunaan, keamanan serta relevansi terhadap gaya hidup akan menjadi faktor pembeda dalam jangka panjang," ujar Andi.

(taufan sukma)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement