AALI
12925
ABBA
197
ABDA
0
ABMM
3280
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
187
ADRO
3310
AGAR
354
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
127
AHAP
61
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1025
AKSI
232
ALDO
925
ALKA
298
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.40
0.61%
+3.27
IHSG
6918.14
1.39%
+94.81
LQ45
1015.18
0.69%
+6.97
HSI
20717.24
2.97%
+596.56
N225
26739.03
1.27%
+336.19
NYSE
0.00
-100%
-15044.52
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
870,562 / gram

Persaingan Perbankan Semakin Sengit, Bank Digital Jadi Pemenangnya?

BANKING
Michelle Natalia
Kamis, 28 Oktober 2021 16:21 WIB
Poltak Hotradero mengatakan, bagi perbankan digitalisasi adalah keniscayaan kompetitif.
Persaingan Perbankan Semakin Sengit, Bank Digital Jadi Pemenangnya? (FOTO:MNC Media)
Persaingan Perbankan Semakin Sengit, Bank Digital Jadi Pemenangnya? (FOTO:MNC Media)


IDXChannel - Advisor Pengembangan Bisnis Bursa Efek Indonesia (BEI) Poltak Hotradero mengatakan, bagi perbankan digitalisasi adalah keniscayaan kompetitif. 

Hanya dengan menekan biaya operasional dan menjangkau segmen pasar baru, maka sebuah bank dapat terus berkembang. 

"Terdapat beberapa cara menjadi perbankan digital dan masing-masing memiliki konsekuensi atas struktur, biaya, dan waktu," ujar Poltak dalam Jago Bootcamp Sesi I di Canggu, Bali pada Kamis(28/10/2021). 

Ongkos dan risiko terbesar dari migrasi digital adalah kegagalan mempertahankan pangsa pasar dan segmen. Hal ini, sambung dia, membuat sebuah bank menjadi irrelevan. 

"Platform digital lebih memudahkan sinergi dengan layanan keuangan digital lainnya, semisal produk investasi pasar modal dan asuransi. Kedua layanan ini sangat intensif menggunakan data," jelas Poltak. 

Nanti pada akhirnya, perbankan konvensional akan bertransformasi menuju platform digital demi peningkatan efisiensi. Di saat yang sama, akan muncul pula fenomena bank digital baru yang berasal dari perusahaan teknologi. Akan ada segmen pasar baru yang belum tergarap sebelumnya dan hanya bisa terlayani oleh arsitektur digital. 

"Pada saat yang sama, banking as a service juga akan muncul sebagai bagian dari plumbing system jasa keuangan korporasi atau individu," tambah Poltak.

Dengan bank yang berada di latar belakang dan embedded, justru layanan perbankan menjadi lebih penting lagi.

"Persaingan ketiga bank akan menjadi semakin sengit, namun akan sangat menguntungkan konsumen sektor perbankan akibat tersedianya ragam pilihan kompetitif," pungkas Poltak.




(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD