Sementara itu, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL Gross sebesar 2,17 persen pada bulan April, sedikit naik dibandingkan Maret yang sebesar 2,14 persen dan NPL Net naik dari 0,83 persen menjadi 0,84 persen. Sementara itu, Loan at Risk (LaR) tercatat turun menjadi 8,82 persen di mana bulan Maret yang lalu sebesar 8,94 persen.
"Jadi secara umum, tingkat profitabilitas bank atau ROA sebesar 2,46 persen di mana Maret yang lalu menunjukkan angka 2,47 persen," lanjut Dian.
Adapun Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 11,39 persen. Pertumbuhan melambat dibandingkan periode Maret lalu yang tumbuh sebesar 13,55 secara year on year menjadi Rp10.007 triliun. Sementara untuk giro pada periode April tercatat tumbuh 16,99 persen, deposito tumbuh 8,65 persen, dan tabungan tumbuh 9 persen secara year-on-year.
"Setelah memperhitungkan pembagian dividen, indikator permodalan atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat sebesar 23,97 persen, turun dari Maret yang lalu adalah sebesar 25,09 persen menandakan ketahanan permodalan perbankan yang kuat sebagai buffer mitigasi risiko yang memadai," katanya.
(Rahmat Fiansyah)