IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan tiga fokus pengembangan literasi dan inklusi keuangan syariah untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah sekaligus meningkatkan dampak ekonominya.
Tiga fokus tersebut dibahas dalam pertemuan pertama Kelompok Kerja Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah (POKJA LIKS) yang digelar di Jakarta, Senin (20/7/2026).
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, mengatakan agenda utama POKJA LIKS mencakup penyusunan strategi literasi dan inklusi keuangan syariah berbasis data, digitalisasi, serta kebutuhan masyarakat.
Selain itu, OJK akan mendorong integrasi literasi dan inklusi keuangan syariah dengan aspek pengawasan perilaku pelaku usaha jasa keuangan (market conduct), perlindungan konsumen, dan kesehatan keuangan (financial health). Fokus ketiga adalah memperkuat sinergi antar-pemangku kepentingan agar program yang dijalankan menghasilkan langkah konkret.
“Pertama menyusun strategi literasi dan inklusi keuangan syariah yang berbasis data, digitalisasi, dan kebutuhan masyarakat. Kedua, mengintegrasikan literasi dan inklusi keuangan syariah dengan market conduct, pelindungan konsumen, dan financial health. Ketiga, memperkuat sinergi antar-pihak agar menghasilkan langkah yang konkret dan dapat ditindaklanjuti,” ujar Dicky dalam keterangan resminya, Selasa (21/7/2026).