Penguatan IT ini juga dilakukan untuk menopang dan memperkuat keunikan dual license yang dimiliki oleh BSI, yakni Sharia License dan bullion licence (Bank Emas).
Sebagai bank syariah terbesar, BSI juga memiliki produk yang lengkap untuk mengedukasi masyarakat agar dapat tumbuh bersama bank syariah. BSI telah menjadi bank penyalur bantuan sosial sehingga dapat mengedukasi masyarakat untuk literasi keuangan dengan perencanaan keuangan agar ke depan dapat hidup lebih baik seperti kepemilikan emas dimulai dari Rp50 ribu dan Tabungan haji muda juga dimulai dengan Rp50 ribu.
"BSI juga didukung oleh 134 ribu BSI Agen di seluruh pelosok Indonesia untuk memudahkan masyarakat melakukan transaksi," ujarnya.
Bersama Danantara Indonesia, penguatan pondasi teknologi juga berjalan seiring dengan pertumbuhan kinerja keuangan yang sehat. Hingga Juni 2026, BSI membukukan laba bersih Rp4,16 triliun, meningkat 11 persen (YOY). Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 22 persen menjadi Rp393 triliun, didorong peningkatan dana murah (CASA) menjadi Rp238 triliun.
Di sisi intermediasi, pembiayaan BSI tumbuh merata di seluruh segmen bisnis mencapai Rp340,09 triliun tumbuh 15,98 persen (YOY).