IDXChannel - Raksasa perbankan Standard Chartered menjadi perusahaan besar teranyar yang mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal seiring meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI).
Perusahaan yang berkantor pusat di Inggris ini mengatakan akan memangkas lebih dari 15 persen pekerja, atau sekitar 7.800 posisi, di bagian administrasi back-office hingga 2030.
Perusahaan tidak memberikan rincian tentang rencana PHK massal itu. Standard Chartered juga memiliki kantor cabang besar di India, China, Malaysia, dan Polandia.
"Kami meningkatkan penggunaan praktik otomatisasi, analitik canggih, dan kecerdasan buatan untuk menyederhanakan proses, meningkatkan pengambilan keputusan, dan meningkatkan layanan terhadap klien serta efisiensi internal," kata perusahaan dalam sebuah pernyataan, dilansir dari BBC pada Selasa (19/5/2026).
Standard Chartered bukanlah perusahaan jasa keuangan pertama yang mengurangi jumlah karyawan karena AI. Teknologi itu mengambil alih sebagian pekerjaan yang saat ini dilakukan oleh manusia.
Pada Februari, bank terbesar di Singapura, DBS, mengatakan pihaknya akan memangkas sekitar 4.000 posisi kontrak dan sementara selama tiga tahun ke depan. (Wahyu Dwi Anggoro)