Berdasarkan data Kementerian PKP, penyerapan program rumah subsidi saat ini telah menembus kisaran 64 persen dari target yang ditetapkan. Merujuk laporan resmi yang dihimpun, realisasi penyaluran rumah bersubsidi secara keseluruhan kini telah melampaui 167 ribu unit atau setara dengan 56,03 persen dari target.
Sementara itu, Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu memaparkan sejumlah inovasi yang tengah dikembangkan perseroan guna memperluas akses pembiayaan hunian. Salah satu skema yang mulai diuji coba adalah program percontohan fasilitas pembiayaan tambahan di wilayah Bogor.
Melalui skema ini, pengembang diwajibkan menuntaskan pembangunan fisik rumah terlebih dahulu, sebelum kemudian BTN menyalurkan fasilitas pembiayaan tambahan maksimal 30 persen untuk melengkapi kebutuhan rumah agar benar-benar siap dihuni.
"Skema tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas keterhunian rumah subsidi, sekaligus memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk memperoleh hunian yang lebih layak tanpa harus beralih ke pembiayaan lain dengan tingkat suku bunga yang lebih tinggi," ujar Nixon.