"Usaha keluarga di Asia berada pada titik krusial akibat perbedaan generasi yang semakin lebar. Generasi muda kini mengutamakan kemandirian, tujuan, dan keseimbangan hidup. Pemilik usaha perlu memperkuat rencana penerus usaha dan membuka ruang dialog mengenai masa depan," ujar Maika.
Kurang dari separuh pemilik usaha keluarga tercatat pernah mencari nasihat perencanaan keuangan. Dari yang telah atau berniat melakukannya, sebanyak 61 persen menilai keahlian profesional sebagai faktor utama dalam memilih konsultan, disusul kemampuan merencanakan kebutuhan lintas generasi (52 persen) dan pendekatan personal (49 persen).
Sebanyak 36 persen responden memilih layanan ahli individual, 23 persen menginginkan layanan family office yang melibatkan beberapa ahli, sementara 32 persen menggabungkan keduanya.
"Temuan kami menunjukkan bahwa pemilik usaha keluarga membutuhkan wawasan profesional yang mendalam dan pendekatan jangka panjang yang disesuaikan. Baik layanan ahli individual maupun family office memiliki tempatnya masing-masing. Nasihat yang proaktif dapat membantu pemilik usaha mencapai tujuan penerus usaha, mencegah konflik, dan menjaga warisan keluarga," ujar Maika.
(kunthi fahmar sandy)