AALI
9300
ABBA
535
ABDA
6950
ABMM
1200
ACES
1265
ACST
252
ACST-R
0
ADES
2780
ADHI
920
ADMF
7675
ADMG
212
ADRO
1740
AGAR
370
AGII
1475
AGRO
2350
AGRO-R
0
AGRS
200
AHAP
69
AIMS
312
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
570
AKRA
4070
AKSI
434
ALDO
755
ALKA
228
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
457.34
-0.19%
-0.86
IHSG
6113.11
-0.15%
-9.38
LQ45
859.88
-0.17%
-1.43
HSI
24500.39
1.21%
+291.61
N225
30183.96
-0.19%
-56.10
NYSE
16599.80
0.37%
+60.65
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
797,200 / gram

Tak Lagi Gratis, Begini Sejarah Terbentuknya ATM Link

BANKING
Sindonews
Senin, 24 Mei 2021 08:01 WIB
Nasabah Bank Mandiri, BRI, BNI dan BTN yang akan transaksi tunai dan cek saldo di ATM Link dan masing-masing bank, akan dikenai biaya mulai 1 Juni 2021.
Tak Lagi Gratis, Begini Sejarah Terbentuknya ATM Link. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Nasabah Bank Mandiri, BRI, BNI dan BTN yang akan transaksi tunai dan cek saldo di ATM Link dan masing-masing bank, akan dikenai biaya mulai 1 Juni 2021.

Saat ini sudah terdapat 53 ribu ATM Link yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Dulunya ATM Link menawarkan banyak keuntungan bagi nasabah Bank Himbara (Bank Mandiri, BNI, BRI dan BTN), yang melakukan transaksi melalui ATM Link yaitu:

Gratis biaya Cash Withdrawal/Penarikan Tunai di seluruh jaringan ATM Link. Gratis biaya Balance Inquiry/Cek Saldo di seluruh jaringan ATM Link. Namun semua manfaat itu, pada awal bulan depan tidak lagi bisa dinikmati nasabah bank BUMN.

Pasalnya mulai awal bulan depan, transaksi cek saldo di mesin ATM tersebut akan dikenakan tarif Rp2.500 dari semula Rp0 alias gratis. Sementara itu, untuk transaksi penarikan tunai akan dikenakan biaya sebesar Rp5.000.

Sebagai informasi ATM Link dikenalkan pada Desember 2015 di Blok B Pusat Grosir Tanah Abang, Jakarta Pusat, oleh Menteri BUMN saat itu, Rini Soemarno. Selanjutnya di tahun 2016, jaringan ATM Link mulai meluas ke seluruh Indonesia.

Pada awal pembentukannya, gabungan ATM ini untuk memberikan efisiensi. Dimana Pengelolaan ATM secara bersama pada satu perusahaan switching oleh BUMN perbankan bakal membuat penghematan biaya operasional bagi pihak perbankan dan penghematan biaya transaksi bagi masyarakat pengguna ATM.

Hitung-hitungan saat itu efisiensi dapat terlihat dari misalnya penyediaan ATM. Apabila satu bank Himbara sebelumnya membeli mesin ATM seharga Rp100 juta, maka bila bersinergi biaya untuk membeli ATM akan dibagi empat untuk keempat bank Himbara, yaitu BRI, Bank Mandiri, BNI dan BTN.

Katakanlah beli sendiri Rp100 juta. Dengan sinergi dibagi empat, masing-masing Rp 25 juta, itu kan penghematan. Jadi bisa menghemat tiga per empat dari Rp 100 juta, yakni bisa hemat Rp75 juta. Demikian dikutip dari Sindonews, Sabtu (22/5/2021). (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD