AALI
9675
ABBA
290
ABDA
6325
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
810
AKSI
690
ALDO
1350
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.56
-0.34%
-1.74
IHSG
6614.06
-0.47%
-30.99
LQ45
944.82
-0.34%
-3.20
HSI
24112.78
-0.44%
-105.25
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,902 / gram

Teknologi Semakin Maju, Semua Akan Jadi Bank Digital

BANKING
Shifa Nurhaliza
Kamis, 28 Oktober 2021 12:16 WIB
Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE), Piter Abdullah, menyebut layanan digital merupakan sebuah perubahaan penting bagi perbankan nasional.
Teknologi Semakin Maju, Semua Akan Jadi Bank Digital. (Foto: MNC Media)
Teknologi Semakin Maju, Semua Akan Jadi Bank Digital. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE), Piter Abdullah, menyebut layanan digital merupakan sebuah perubahaan penting bagi perbankan nasional. Dimana semua bank nantinya juga memiliki kesempatan untuk menjadi bank digital.

Fenomena booming bank digital saat ini merupakan keniscayaan yang sangat baik. Pasalnya, di masa depan semua perbankan akan menjadi bank digital. 

“Mereka yang tidak menyesuaikan akan tertinggal dan kalah bersaing. Tren digital bank tersebut akan berdampak positif kepada nasabah. Dengan layanan digital, lanjut dia, maka layanan bank akan lebih baik. Bank akan lebih efisien juga sehingga layanan bank akan lebih murah dan menguntungkan nasabah,” kata Piter dalam event Jago Boatcamp 2021 with Bank Jago, pada Kamis (28/10/2021). 

Piter mengatakan bahwa bank gigital merupakan sebuah proses virtual yang mencakup seluruh layanan online banking dan layanan lainnya yang lebih dari sekedar online. Dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa bank digital merupakan Bank Berbadan Hukum Indonesia (BHI) yang menyediakan dan menjalankan kegiatan usaha yang utamanya melalui saluran elektronik tanpa kantor fisik selain kantor pusat (KP), atau dapat menggunakan kantor fisik yang terbatas.

“Digital maturity model adalah model yang digunakan oleh otoritas (OJK) dalam menilai kadar digitalisasi sebuah bank. Tujuan model ini adalah untuk mengantisipasi adanya bank yang menggunakan embel-embel bank digital hanya sebagai gimmick marketing  untuk mengerek valuasi atau harga sahamnya,” tegasnya.

“Fenomena tesebut harus diikuti dengan permodalan yang cukup, di mana permodalan merupakan faktor krusial bagi setiap bank yang ingin menjalankan bisnis digital. Dengan modal yang kuat, bank bisa meningkatkan kapasitas teknologi informasi (TI), melakukan kolaborasi, memodernisasi organisasi hingga rekrutmen SDM yang relevan dengan kebutuhan,” tandasnya. 

Selain itu, Piter juga menjelaskan adapun faktor keunggulan persaingan perbankan sebelum masuk kedalam era digital yakni transaksi bank dan juga program pemerintah. Sekadar diketahui saat ini perbankan yang telah masuk ke dalam Bank Buku 4 yakni Bank BRI (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), Bank BNI (BBNI), Bank BCA (BBCA), Bank Danamon (BDMN), Panin Bank (PNBN), dan Bank CIMB Niaga (BNGA). (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD