“Semua pertanyaan atau persepsi negatif atau persepsi yang seakan-akan bahwa independensi Bank Indonesia bisa dipertarungkan itu saya anggap secara pribadi itu opini. Itu sah-sah aja saya hanya bisa menjawabnya nanti pas saya saat kerja,” kata dia.
Thomas menambahkan bahwa pembuktian integritasnya tidak cukup hanya melalui kata-kata di depan media, melainkan melalui rekam jejak kinerjanya saat sudah menjabat nanti.
Pria yang sempat menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra selama 17 tahun ini juga mengingatkan publik tentang latar belakang kariernya di dunia korporasi sebelum terjun ke politik. Ia menegaskan bahwa identitas profesionalnya sudah terbentuk jauh sebelum ia memegang jabatan di partai.
“Rekam jejak saya memperlihatkan bahwa saya mau ke arah atau apa sebenarnya sudah ke arah profesional saya sebelum masuk partai saya profesional mungkin itu yang kurang diketahui ya, saya memang bendara partai 17 tahun tapi kan sebelum itu saya punya yang lain gitu loh,” kata Thomas.
Saat ini, Sekretariat Negara tengah memproses surat keputusan dari DPR RI untuk kemudian diterbitkan Keputusan Presiden (Keppres). Setelah Keppres tersebut turun, Thomas Djiwandono dijadwalkan segera diambil sumpah sebagai bagian dari jajaran dewan gubernur bank sentral yang baru di hadapan Ketua Mahkamah Agung.
(Febrina Ratna Iskana)