AALI
9925
ABBA
400
ABDA
6500
ABMM
1555
ACES
1275
ACST
236
ACST-R
0
ADES
3050
ADHI
1085
ADMF
7800
ADMG
195
ADRO
1925
AGAR
330
AGII
1485
AGRO
2240
AGRO-R
0
AGRS
187
AHAP
71
AIMS
440
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1070
AKRA
4290
AKSI
400
ALDO
960
ALKA
240
ALMI
246
ALTO
262
Market Watch
Last updated : 2021/12/08 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
504.74
-0.54%
-2.76
IHSG
6603.80
0.02%
+1.23
LQ45
945.59
-0.48%
-4.58
HSI
23996.87
0.06%
+13.21
N225
28860.62
1.42%
+405.02
NYSE
0.00
-100%
-16591.97
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,343
Emas
824,868 / gram

Transaksi Uang Elektronik di Triwulan III Tembus Rp209 T, Naik 45 Persen

BANKING
Michelle Natalia
Selasa, 19 Oktober 2021 15:52 WIB
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan signifikan penggunaan uang eletronik di masyarakat pada triwulan III-2021 yang mencapai Rp209,81 triliun.
Transaksi Uang Elektronik di Triwulan III Tembus Rp209 T, Naik 45 Persen (FOTO: MNC Media)
Transaksi Uang Elektronik di Triwulan III Tembus Rp209 T, Naik 45 Persen (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Bank Indonesia mencatat pertumbuhan signifikan penggunaan uang eletronik di masyarakat pada triwulan III-2021 yang mencapai Rp209,81 triliun.

Hal ini sejalan dengan program Bank Indonesia yang terus menggenjot digitalisasi sistem pembayaran untuk mendukung akselerasi ekonomi keuangan digital nasional. 

"Berbagai program digitalisasi sistem pembayaran, seperti perluasan QRIS, Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) dan reformasi regulasi, serta rencana implementasi BI-FAST, terus diakselerasi," jelas Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Selasa(19/10/2021).

Transaksi ekonomi dan keuangan digital tumbuh terus seiring meningkatnya akseptasi dan preferensi masyarakat untuk berbelanja daring, perluasan dan kemudahan sistem pembayaran digital, serta akselerasi digital banking. 

"Nilai transaksi Uang Elektronik (UE) sampai dengan triwulan III 2021 meningkat 45,05 persen (yoy) menjadi Rp209,81 triliun, dan diproyeksikan meningkat 38,75 persen (yoy) hingga mencapai Rp284 triliun untuk keseluruhan tahun 2021," tambahnya.

Demikian pula, nilai transaksi digital banking sampai dengan triwulan III 2021 meningkat 46,72 persen (yoy) menjadi Rp28.685,48 triliun, dan diproyeksikan tumbuh 43,04 persen (yoy) mencapai Rp39.130 triliun untuk keseluruhan tahun 2021. 

"Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah dengan pelaksanaan uji coba digitalisasi bantuan sosial (bansos) serta optimalisasi dan percepatan penyaluran bansos," terang Perry.

Di sisi tunai, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada September 2021 tumbuh 10,44 persen (yoy) mencapai Rp841,73 triliun. Bank Indonesia terus memastikan ketersediaan uang di seluruh wilayah Indonesia, dengan penguatan strategi distribusi uang dan pembukaan kembali layanan kas seiring dengan pelonggaran kebijakan pembatasan mobilitas di masing-masing daerah. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD