Menurut Anggoro, BYOND akan menjadi mesin pertumbuhan pada segmen individu, sementara BEWIZE akan menjadi tulang punggung layanan digital bagi nasabah institusi dan korporasi.
"Keduanya akan menjadi engine pertumbuhan BSI ke depan, didukung oleh sistem yang lebih cepat, lebih stabil, dan memiliki ruang pengembangan yang jauh lebih besar," ujar Anggoro.
Hingga Mei 2026, layanan mobile banking BSI telah digunakan lebih dari 10 juta pengguna dengan nilai transaksi melampaui Rp450 triliun, sementara BEWIZE terus mencatat pertumbuhan pengguna dan transaksi sebagai penggerak bisnis wholesale.
"Dengan dukungan ekosistem yang semakin kuat bersama Danantara, transformasi teknologi yang telah selesai, serta model bisnis yang terus berkembang, BSI optimistis mampu menjadi motor penggerak ekonomi syariah nasional sekaligus menghadirkan layanan keuangan yang semakin modern, inklusif, dan kompetitif," kata Anggoro.
BSI menilai transformasi digital tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat pengalaman nasabah melalui layanan yang terintegrasi, berbasis data, dan tersedia setiap saat atau always on.
Transformasi teknologi dan ekspansi bisnis tersebut tercermin pada kinerja keuangan BSI yang tetap solid. Hingga Mei 2026, BSI membukukan laba bersih (unaudited) sebesar Rp3,39 triliun atau tumbuh 16,73 persen (YOY). Total aset mencapai Rp444 triliun, Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp372 triliun, dan pembiayaan sebesar Rp335 triliun dengan kualitas terjaga.
(Shifa Nurhaliza Putri)