IDXChannel - Kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan konsumer masih menunjukkan tren positif sepanjang 2026. Otoritas Jasa keuangan (OJK) mencatat kredit konsumsi perbankan nasional tumbuh 5,75 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) pada Juni 2026.
Perkembangan tersebut sejalan dengan kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan untuk mendukung berbagai kebutuhan, mulai dari kepemilikan hunian, kebutuhan multiguna, hingga pembiayaan berbasis aset seperti emas.
Tren positif tersebut turut tercermin pada perkembangan pembiayaan konsumer Bank Mega Syariah, di mana anak usaha PT Bank Mega Tbk (MEGA) tersebut sejauh ini diketahui memiliki sejumlah produk pembiayaan konsumer yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
"Salah satu produk (pembiayaan konsumer) yang saat ini menjadi fokus pengembangan kami adalah adalah Pembiayaan Kepemilikan Emas, atau Flexi Gold," ujar Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah, Benadicto Alvonzo Ferary, dalam keterangan resminya, Rabu (19/8/2026).
Dengan merujuk pada perkembangan portofolio sejak Desember 2025 hingga Juli 2026, menurut Benadicto, Flexi Gold menunjukkan pertumbuhan paling tinggi dibanding produk konsumtif lainnya, di mana secara outstanding terjadi peningkatan hingga 1.796 persen menjadi lebih dari Rp42 miliar.
Benadicto menjelaskan, tingginya pertumbuhan Flexi Gold menunjukkan adanya peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap alternatif pembiayaan yang fleksibel dengan memanfaatkan aset emas yang dimiliki.
"Kami melihat kebutuhan pembiayaan masyarakat semakin beragam. Salah satu yang menunjukkan perkembangan cukup kuat adalah pembiayaan berbasis emas," ujar Benadicto.
Dalam pandangan Perseroan, masyarakat tidak hanya melihat emas sebagai aset untuk menjaga nilai, namun juga dapat memanfaatkannya untuk memperoleh pembiayaan ketika membutuhkan dana tanpa harus melepaskan kepemilikan aset tersebut.
Hal ini diyakini menjadi salah satu faktor utama yang menopang perkembangan Flexi Gold sejak pertama kali diluncurkan pada akhir 2025 lalu.
Ke depan, Bank Mega Syariah akan terus mengembangkan produk pembiayaan konsumer sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dengan tetap memperhatikan kualitas pembiayaan dan prinsip kehati-hatian.
Hingga Juli 2026, portofolio pembiayaan konsumer Bank Mega Syariah mencapai Rp596,7 miliar, atau bertumbuh sebesar 4,97 secara tahunan (YoY).
(taufan sukma)