Shintya menerangkan, ketika masyarakat sudah bijak dalam mengatur keuangan sejak dini tentu nanti akan bermanfaat pada setiap aspek masa depan. Sebab, kebebasan finansial atau financial wellness tidak hanya diukur dari besarnya penghasilan yang dimiliki seseorang, tetapi juga dari pendapatan, mengatur pengeluaran, menyusun prioritas, serta mempersiapkan kebutuhan di masa depan.
Shintya lantas memberikan sedikit tips dalam mengendalikan impulse buying pada generasi muda yakni dengan membuat anggaran bulanan dan batas pengeluaran. Kemudian, penting juga untuk menghindari berbelanja saat sedang emosional dan terakhir disiplin dalam melakukan evaluasi pengeluaran secara berkala.
Selanjutnya, Shintya menyebutkan keputusan dalam mengambil pinjaman hendaknya didasari dengan kebutuhan mendesak yang sesuai dengan kemampuan membayar. Selain itu, jika dana akan digunakan untuk kebutuhan produktif sebaiknya juga disesuaikan dengan tenor yang sesuai dengan target pemasukan dari bisnis yang berjalan nantinya.
UATAS dalam kesempatan ini juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga keamanan data pribadi di tengah meningkatnya aktivitas digital masyarakat. Kesadaran terhadap keamanan data dinilai menjadi salah satu aspek penting dalam membangun ekosistem keuangan digital yang sehat dan aman.