AALI
9725
ABBA
302
ABDA
5825
ABMM
1370
ACES
1255
ACST
184
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
175
ADRO
2310
AGAR
360
AGII
1430
AGRO
1275
AGRO-R
0
AGRS
149
AHAP
69
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
172
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1090
AKRA
710
AKSI
690
ALDO
1390
ALKA
292
ALMI
288
ALTO
260
Market Watch
Last updated : 2022/01/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.19
-0.02%
-0.10
IHSG
6611.16
0.16%
+10.34
LQ45
947.02
0.02%
+0.16
HSI
23807.00
-1.99%
-482.90
N225
26170.30
-3.11%
-841.03
NYSE
16236.51
-0.64%
-103.81
Kurs
HKD/IDR 1,844
USD/IDR 14,383
Emas
837,385 / gram

1.087 Warga Positif Covid-19 Telah Pindah ke Lokasi Isoter di Jatim

ECONOMICS
Lukman Hakim
Rabu, 18 Agustus 2021 11:25 WIB
Kodam V Brawijaya memastikan sebanyak 1.087 warga yang positif terpapar Covid-19 telah dipindahkan ke lokasi isolasi terpusat. (Foto: MNC Media)
Ilustrasi Covid-19. (Foto: MNC Media)
Ilustrasi Covid-19. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kodam V Brawijaya memastikan sebanyak 1.087 warga yang positif terpapar Covid-19 telah dipindahkan ke lokasi isolasi terpusat (isoter). Sebelumnya, ribuan warga di wilayah Jatim itu masih melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah. 

Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto mengatakan, upaya itu dilakukan guna mencegah adanya penyebaran pandemi yang ditimbulkan oleh warga yang saat ini telah menjalani isolasi mandiri. "Maka dari itu, kita alihkan dari isolasi mandiri ke tempat isoter dan kami pastikan dalam jangka kurun waktu satu minggu," kata Suharyanto, Rabu (18/8/2021). 

Sebelumnya, informasi pemindahan warga isoman ke lokasi isoter sudah dipaparkannya pada Menko Marves, Luhut Binsar Panjaitan. Bahkan, ia sudah menegaskan pada seluruh jajarannya di Korem dan Kodim se-Jatim untuk menyegerakan pemindahan pasien isoman ke isoter. 

Upaya itu, kata Suharyanto, dilakukan guna mencegah adanya penyebaran pandemi yang ditimbulkan oleh warga yang saat ini telah menjalani isolasi mandiri. "Maka dari itu, kita alihkan dari isolasi mandiri ke tempat isoter dan kami pastikan dalam jangka kurun waktu satu minggu," tegas Suharyanto.

1.087 Warga Terpapar COVID-19 Telah Pindah ke Lokasi Isoter
SURABAYA - Kodam V Brawijaya memastikan sebanyak 1.087 warga yang positif terpapar COVID-19 telah dipindahkan ke lokasi isolasi terpusat (isoter). Sebelumnya, ribuan warga di wilayah Jatim itu masih melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah. 

Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto mengatakan, upaya itu dilakukan guna mencegah adanya penyebaran pandemi yang ditimbulkan oleh warga yang saat ini telah menjalani isolasi mandiri. "Maka dari itu, kita alihkan dari isolasi mandiri ke tempat isoter dan kami pastikan dalam jangka kurun waktu satu minggu," kata Suharyanto, Rabu (18/8/2021). 

Sebelumnya, informasi pemindahan warga isoman ke lokasi isoter sudah dipaparkannya pada Menko Marves, Luhut Binsar Panjaitan. Bahkan, ia sudah menegaskan pada seluruh jajarannya di Korem dan Kodim se-Jatim untuk menyegerakan pemindahan pasien isoman ke isoter. 

 Upaya itu, kata Suharyanto, dilakukan guna mencegah adanya penyebaran pandemi yang ditimbulkan oleh warga yang saat ini telah menjalani isolasi mandiri. "Maka dari itu, kita alihkan dari isolasi mandiri ke tempat isoter dan kami pastikan dalam jangka kurun waktu satu minggu," tegas Suharyanto.

Sebelumnya, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, kehadiran isoter bisa menjadi penyelamat mereka yang melakukan isolasi mandiri dengan gejala ringan hingga sedang, untuk meminimalisir kematian akibat COVID-19.  

Keberadaan fasilitas di isoter yang lengkap membuat para pasien COVID-19 ini bisa ditangani secara cepat, bila memang terdapat gejala sedang hingga berat. Hal ini berbeda dengan saat menjalani isolasi mandiri di rumah masing - masing dimana pasien COVID-19 biasanya rentan meninggal dunia, karena kurangnya pemantauan secara medis. 

"Kalau di rumah, dokter tidak ada, nakes tidak ada, alat saturasi oksigen tidak ada. Oksigen sendiri kalau diperlukan tidak ada. Di sini semua ada. Jadi mohon Bapak Ibu sekalian, sampaikan ke keluarga," katanya. (lukman hakim).

Keberadaan fasilitas di isoter yang lengkap membuat para pasien COVID-19 ini bisa ditangani secara cepat, bila memang terdapat gejala sedang hingga berat. Hal ini berbeda dengan saat menjalani isolasi mandiri di rumah masing - masing dimana pasien COVID-19 biasanya rentan meninggal dunia, karena kurangnya pemantauan secara medis. 

"Kalau di rumah, dokter tidak ada, nakes tidak ada, alat saturasi oksigen tidak ada. Oksigen sendiri kalau diperlukan tidak ada. Di sini semua ada. Jadi mohon Bapak Ibu sekalian, sampaikan ke keluarga," katanya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD