AALI
9675
ABBA
290
ABDA
6325
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
810
AKSI
690
ALDO
1350
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.56
-0.34%
-1.74
IHSG
6614.06
-0.47%
-30.99
LQ45
944.82
-0.34%
-3.20
HSI
24112.78
-0.44%
-105.25
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,902 / gram

132 UKM Sukses Bukukan Transaksi Ekspor hingga Rp76 Miliar

ECONOMICS
Advenia Elisabeth/MPI
Rabu, 08 Desember 2021 10:07 WIB
Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan 132 usaha kecil dan menengah (UKM) sukses membukukan transaksi lebih dari USD5,29 juta.
132 UKM Sukses Bukukan Transaksi Ekspor hingga Rp76 Miliar. (Foto: MNC Media)
132 UKM Sukses Bukukan Transaksi Ekspor hingga Rp76 Miliar. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan 132 usaha kecil dan menengah (UKM) sukses membukukan transaksi lebih dari USD5,29 juta atau sebesar Rp76 miliar sepanjang tahun 2021. Hal ini tak lepas dari program pendampingan ekspor (export coaching program/ECP) yang digerakkan Kemendag.

“Capaian tersebut merupakan bukti kontribusi ECP bagi UKM dalam kinerja ekspor nasional dan patut diapresiasi. Ke depan, Kemendag berkomitmen terus memberikan fasilitasi untuk meningkatkan kapasitas serta daya saing melalui berbagai program, termasuk ECP untuk pelaku UKM dengan berkolaborasi bersama pemangku kepentingan lainnya,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Didi Sumedi, dikutip dalam keterangan resminya, Rabu (8/12/2021).

Didi menyampaikan hal itu dalam penutupan ECP di lima wilayah secara daring dari Semarang, Jawa Tengah pada Selasa (7/12). Kelima wilayah tersebut adalah Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Aceh.

Didi menambahkan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, Kemendag berkonsentrasi pada langkah strategis utama, yaitu meningkatkan ekspor nonmigas dan terus membuka akses pasar prospektif, memperkuat peran perwakilan perdagangan di luar negeri, dan meningkatkan peran UKM dalam kegiatan ekspor nonmigas.

Kemendag mengapresiasi semangat peserta di lima wilayah ECP dan seluruh pihak yang terlibat meskipun program digelar di tengah pandemi Covid-19. 

“Sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong pelaku UKM menembus pasar global cukup membanggakan. Diharapkan pelaku UKM dapat mempertahankan dan berupaya meningkatkan kinerjanya,” imbuh Didi.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional ini menyebut, produk yang telah diekspor para peserta ECP antara lain serat kapuk, briket arang kelapa, gula kelapa, kerajinan kaca, komoditas kelapa, alas kaki (inner slipper), tas tangan Aceh, bubuk kakao, glassware/tableware, produk interior dari batu alam, damar batu, dan sabut kelapa. 

Selanjutnya makanan ringan, rumput laut, furnitur, kerajinan, lidi sawit, cocopeat, buah salak, teak flooring, cengkeh, sepatu dan sandal, kopi, bulu mata, sayur segar, ikan beku, rempah-rempah, mi, parfum, fesyen, dan sebagainya.

Adapun negara yang menjadi tujuan ekspor di antaranya India, Rusia, Prancis, Vietnam, Inggris, Amerika Serikat, Mesir, Argentina, Angola, Belanda, Tiongkok, Taiwan, Malaysia, Belgia, Ghana, Italia, Kolombia, Kamboja, UEA, Pakistan, Kamboja, Korea Selatan, Brasil, Singapura, dan Yordania. 

Selanjutnya Arab Saudi, Irak, Jepang, Australia, Hongkong, Kanada, Thailand, Jerman, Irak, Somalia, Bangladesh, Pakistan, dan sebagainya. ECP merupakan program pendampingan ekspor bagi para pelaku usaha dan bagian upaya Kemendag dalam meningkatkan peran UKM dalam kegiatan ekspor nonmigas. 

Sekedar informasi, tahun ini ECP telah dilaksanakan di sepuluh wilayah dengan peserta sebanyak 300 pelaku usaha. Pelaku UKM mendapatkan pendampingan dari praktisi ekspor dan mendapatkan berbagai pengetahuan tentang prosedur ekspor, cara mengembangkan pasar, perbaikan bahan promosi, cara mencari pembeli potensial, dan strategi pengembangan produk. Peserta juga dibekali cara negosiasi dan pembuatan kontrak dagang serta difasilitasi penjajakan bisnis oleh perwakilan perdagangan.

Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia Heryono Hadi Prasetyo menyampaikan, penjajakan bisnis dapat terus ditindaklanjuti guna semakin menggenjot transaksi ekspor dan membantu para pelaku usaha untuk menembus pasar ekspor. “Pelaku usaha yang belum berkesempatan ekspor diharapkan tetap optimistis dan jeli melihat peluang ekspor,” imbuh Heryono.

Peserta ECP juga diharapkan dapat menjadi pelaku usaha yang mampu beradaptasi dengan tren pemasaran yang saat ini banyak menggunakan teknologi digital/e-commerce. Kemendag terus mengedukasi pelaku usaha mengenai perlunya transformasi ke pemasaran secara digital. 

“Peserta ECP diharapkan dapat terus meningkatkan kapasitas dan daya saingnya sehingga semakin memberi kontribusi, baik bagi peningkatan perekonomian daerah maupun secara nasional guna meningkatkan kesejahteraan segenap lapisan masyarakat,” pungkas Heryono. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD