AALI
9950
ABBA
408
ABDA
0
ABMM
1555
ACES
1260
ACST
240
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1075
ADMF
7800
ADMG
200
ADRO
1935
AGAR
328
AGII
1470
AGRO
2230
AGRO-R
0
AGRS
186
AHAP
72
AIMS
432
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1085
AKRA
4330
AKSI
400
ALDO
860
ALKA
238
ALMI
248
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/12/09 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
506.19
0.29%
+1.45
IHSG
6628.13
0.37%
+24.33
LQ45
947.64
0.22%
+2.05
HSI
24238.70
1.01%
+241.83
N225
28725.47
-0.47%
-135.15
NYSE
16899.92
0.28%
+46.35
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,345
Emas
823,698 / gram

2 Tahun Pasca Dicaplok Pertamina, Bagaimana Kondisi Blok Mahakam Sekarang?

ECONOMICS
Shifa Nurhaliza
Kamis, 04 Februari 2021 07:30 WIB
SKK Migas menyatakan berupaya menjaga produksi Blok Mahakam, bahkan bisa meningkatkan produksi.
2 Tahun Pasca Dicaplok Pertamina, Bagaimana Kondisi Blok Mahakam Sekarang?  (FOTO: MNC Media)
2 Tahun Pasca Dicaplok Pertamina, Bagaimana Kondisi Blok Mahakam Sekarang? (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan berupaya menjaga produksi Blok Mahakam, bahkan bisa meningkatkan produksi.

Meski, setelah ditinggal Total dan beralih ke Pertamina, Blok Mahakam sudah tidak attractive lagi.

Seperti diketahui, PT Pertamina mengambil alih pengelolaan Blok Mahakam pada 1 Januari 2018 dari Perusahaan minyak asal Prancis, Total E&P Indonesie.

Menurut Kepala SKK Migas Dwi Sutjipto, menjelaskan saat ini Blok Mahakam memproduksi minyak sejumlah 27,2 ribu barel per hari dan 229,6 miliar kaki kubik atau BCF.

Untuk bisa meningkatkan produksi ini perlu ada strategi.

"Dari baseline POD atau rencana pengembangan yang ada memang masih ada eksisting gas 1 TCF dan minyak sampai 36 juta barel. Pengembangan jangka panjang perlu memang kita lakukan EOR atau Enhanced Oil Recovery di Mahakam," ujar Dwi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/2/2021).

Dwi menegaskan, dengan adanya EOR maka tingkat cadangan yang bisa diproduksi bisa naik mencapai 6,9 BCF untuk gas dan 17,3 juta barel untuk minyak.

"Kami berencana untuk bisa melakukan pengembangan di 620 sumur infill, 655 well intervention (short term dan mid term) dan juga pemasangan 9 kompresor baru, dan pembangunan 6 platform baru," ujarnya.

Untuk tahun ini, kata Dwi, SKK Migas berupaya untuk bisa menggenjot produksi minyak sebesar 22 ribu barel per hari dan gas sebesar 434,89 mmscfd.

"Ini kami melihat potensi yang bisa ditingkatkan," ungkapnya.

Dwi menambahkan, pemerintah dan SKK Migas sedang merumuskan insentif fiskal untuk Pertamina, agar bisa mendorong pertambahan produksi migas di Blok Mahakam. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD