Dia menilai investasi pada sektor seperti panas bumi dan hidrogen memiliki risiko tinggi, sehingga membutuhkan kepastian mengenai arah kebijakan pemerintah. Konsistensi dukungan pemerintah juga dinilai penting agar investor tidak menghadapi ketidakpastian ketika telah menanamkan modal dalam pengembangan energi baru.
Di sisi lain, Telisa mengingatkan transisi energi bukan sekadar soal regulasi, melainkan juga dampak biaya. Peralihan ke sumber energi baru berpotensi membebani masyarakat jika tidak diimbangi skema dukungan yang jelas dari pemerintah.
Kondisi serupa berlaku pada percepatan ekosistem kendaraan listrik. Kepastian keberlanjutan insentif maupun subsidi pajak sangat menentukan arah keputusan pembeli dan pelaku usaha di industri ini.
Terkait rencana peningkatkan porsi biodiesel ke B50, Telisa menekankan pentingnya masa transisi dan uji teknis yang matang. Kesiapan mesin kendaraan termasuk untuk sektor transportasi laut seperti kapal kecil dan kapal nelayan harus benar-benar dipastikan sebelum kebijakan ini diterapkan secara masif.
Pada akhirnya, penguatan ketahanan energi nasional tidak cukup hanya mengandalkan ambisi. Kepastian regulasi, kesiapan teknologi, dan konsistensi kebijakan harus berjalan seiring agar investasi terus mengalir dan proses transisi energi dapat berlangsung secara optimal.
Penulis: Kidung Dhia Fardheena
(Dhera Arizona)