AALI
8750
ABBA
226
ABDA
6025
ABMM
4470
ACES
650
ACST
193
ACST-R
0
ADES
7150
ADHI
760
ADMF
8500
ADMG
167
ADRO
3910
AGAR
296
AGII
2400
AGRO
620
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
104
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
143
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1700
AKRA
1375
AKSI
328
ALDO
680
ALKA
286
ALMI
396
ALTO
178
Market Watch
Last updated : 2022/09/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
537.62
-0.34%
-1.81
IHSG
7112.45
-0.21%
-15.05
LQ45
1015.98
-0.41%
-4.21
HSI
17860.31
0.03%
+5.17
N225
26571.87
0.53%
+140.32
NYSE
13541.76
-0.29%
-38.64
Kurs
HKD/IDR 1,924
USD/IDR 15,125
Emas
792,028 / gram

Adidas, H&M hingga Converse Diboikot di China, Ini Alasannya

ECONOMICS
Anto Kurniawan
Kamis, 01 April 2021 08:45 WIB
Sejumlah merek terkemuka seperti Adidas, Nike, H&M, Burberry hingga Converse menghadapi pemboikotan oleh warga China.
Adidas, H&M hingga Converse Diboikot di China, Ini Alasannya (FOTO:  MNC Media)
Adidas, H&M hingga Converse Diboikot di China, Ini Alasannya (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Sejumlah merek terkemuka seperti Adidas, Nike, H&M, Burberry hingga Converse menghadapi pemboikotan oleh warga China. Bahkan situasinya makin memanas karena pemerintah Tirai Bambu sampai mengeluarkan ancaman mereka tidak akan mendapatkan keuntungan sepeserpun di China. 

Bahkan, aplikasi Adidas dan Nike menghilang di China dan ponsel-ponsel merek China seperti Xiaomi, Oppo hingga Vivo memutuskan menghapus aplikasi Adidas dan Nike di ponsel yang mereka produksi.

Mengutip dari berbagai sumber, akar masalahnya adalah kritik keras H&M yang didukung merek terkemuka lainnya atas komentar kritis kualitas kapas dari daerah Xinjiang. H&M menduga terjadi praktik kerja paksa dalam produksi kapas. 

Seperti diketahui, China telah dituduh memperkerjakan warga minoritas Uyghur yang sebagian besar beragama muslim untuk memetik kapas di Xinjiang.

Isu kapas meletus setelah AS dan pemerintah negara barat lainnya meningkatkan tekanan terhadap China atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang. China dituduh melakukan pelanggaran HAM serius terhadap Etnis Uyghurs di wilayah tersebut.

Pada bulan Desember, BBC menerbitkan laporan penyelidikan yang menunjukkan China memaksa ratusan ribu etnis minoritas termasuk Uyghurs menjadi tenaga kerja kasar di ladang kapas Xinjiang. Pekan lalu beberapa negara barat -termasuk inggris, AS, Kanada dan anggota Uni Eropa- menjatuhkan sanksi kepada pejabat di China atas situasi di Xinjiang.

China telah berulang kali membantah tuduhan kerja paksa dan telah memukul balik dengan sanksi balasan terhadap pejabat Eropa. Atas tuduhan tersebut,  rakyat China marah dan menyerukan pemboikotan produk-produk terkemuka di dunia itu. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD