Pertama, menyoal infrastruktur dasar dan keadilan, yang bukan sekadar aspal dan semen, tapi sarana keadilan sosial untuk menurunkan biaya logistik agar harga kebutuhan pokok merata hingga ke pelosok.
Kedua, perumahan layak yang berfokus pada hunian terjangkau sebagai fondasi martabat, produktivitas dan penciptaan lapangan kerja.
Ketiga, konektivitas fisik dan digital demi memperkuat persatuan nasional, dan memastikan UMKM serta masyarakat di daerah memiliki akses transportasi dan internet yang setara.
Keempat, investasi manusia, yang prioritasnya pada kualitas pendidikan dan kesehatan sebagai modal utama bersaing di level dunia.
Kelima, soal akselerasi teknologi dan kecerdasan buatan atau AI. Titik berangkatnya ialah memanfaatkan kecerdasan buatan untuk pelayanan publik yang lebih cepat dan transparan, dengan tetap berlandaskan etik, regulasi yang adaptif serta penguatan talenta digital.