Masih soal penentuan KEK di Bali sebagai lokasi PFII atau sebaliknya, Airlangga memastikan infrastruktur di Bali cukup mumpuni, terlebih ada KEK di sektor kesehatan. Kawasan ini digadang-gadang dapat menjadi aspek pendukung bagi mereka yang bekerja di PFII kelak.
Seturut itu, lahan BUMN mana yang bakal dijadikan lokasi pembangunan PFII, belum juga dapat dipastikan pemerintah. Hal ini seiring masih berlangsungnya kajian lintas institusi maupun aspek legalitas secara Undang-undang dan legitimasi dari Presiden Prabowo Subianto.
"Kajiannya pertama tentu luas lahan. Kedua, lokasi Bali itu sangat cocok karena kemarin sudah ada KEK kesehatan," katanya.
"Nah, salah satu daripada financial center itu juga harus mempunyai fasilitas kesehatan khusus karena tentu nanti akan ada para manager investasi, investor, dan yang lain, supaya mereka nyaman dan merasa aman," imbuhnya.
(Febrina Ratna Iskana)