“Indonesia tetap resilien, bukan karena kebetulan, tetapi karena kebijakan yang kuat dan kredibel yang terus dijalankan untuk memastikan pertumbuhan yang inklusif dan selaras dengan agenda reformasi,” tutur Airlangga.
Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan bahwa capaian pertumbuhan ekonomi telah berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Tingkat kemiskinan menurun di angka 8,5 persen, tingkat pengangguran turun menjadi 4,9 persen, rasio ketimpangan membaik, serta Indeks Pembangunan Manusia meningkat.
Capaian tersebut didukung oleh bauran kebijakan yang terkoordinasi, penguatan koordinasi lintas sektor, serta komunikasi kebijakan yang konsisten.
Dalam konteks kerja sama kawasan, Menko Airlangga menyampaikan bahwa Agenda Reformasi Struktural APEC 2026–2030 difokuskan pada upaya untuk mendorong persaingan usaha yang adil, perbaikan iklim usaha, serta percepatan inovasi dan digitalisasi, termasuk pemberdayaan pelaku ekonomi.