Terkait lokasi PFII di Jakarta dan Bali, Airlangga enggan menjelaskan kalkulasi bisnis yang menjadi dasar pertimbangan pemerintah. Terkini, negara hanya berfokus pada percepatan pembangunan PFII di dua wilayah tersebut.
"Pertimbangannya mana yang low-hanging fruit, yang paling cepat bisa kita dirikan," ujarnya.
Sebelumnya, Airlangga menekankan pertimbangan lahan BUMN di Bali sebagai lokasi PFII didasari hasil kunjungan Airlangga bersama CEO Danantara Rosan Roeslani belum lama ini, termasuk memantau Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK di Pulau Dewata, yang sebelumnya diwacanakan pula sebagai markas pusat keuangan tersebut.
"Kemarin kami lihat beberapa KEK, dan juga lahan di Bali Barat, maupun lahan di dekat airport yang dimiliki oleh BUMN. Nah, jadi itu yang menjadi alternatif untuk pendirian PFII," ujar Airlangga.
(Dhera Arizona)