Ke depan, Pemerintah terus mengantisipasi berbagai risiko terhadap inflasi, terutama dampak El Nino, cuaca ekstrem, dan bencana alam yang dapat memengaruhi produksi dan distribusi pangan.
Langkah mitigasi dilakukan melalui optimalisasi pengelolaan air irigasi, percepatan dan pengaturan pola tanam, pemetaan wilayah rawan, penguatan Early Warning System, serta koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID).
“Bapak Presiden ingin menambahkan luasan daripada wilayah untuk pertanian, serta pemanfaatan daripada beberapa lahan yang masih dapat digunakan. Nah, tentu ini bisa kita dorong dengan penguatan koordinasi antara pusat dan daerah. Stabilitas pangan sangat penting untuk mendukung pertumbuhan sektor, termasuk keuangan dan ekonomi digital,” ujar Airlangga.
(NIA DEVIYANA)