AALI
9300
ABBA
290
ABDA
0
ABMM
2460
ACES
745
ACST
184
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
800
ADMF
8175
ADMG
176
ADRO
3250
AGAR
298
AGII
2250
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
111
AHAP
100
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
158
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1555
AKRA
1185
AKSI
280
ALDO
730
ALKA
292
ALMI
308
ALTO
192
Market Watch
Last updated : 2022/08/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.69
-0.42%
-2.31
IHSG
7172.43
-0.2%
-14.12
LQ45
1022.99
-0.33%
-3.35
HSI
19773.03
0.05%
+9.12
N225
28930.33
-0.04%
-11.81
NYSE
0.00
-100%
-15734.11
Kurs
HKD/IDR 180
USD/IDR 14,820
Emas
835,878 / gram

Ajang Formula E DKI, Ekonom: Bukan Cuma Uang Benefitnya, Tapi Reputasi Bisnis

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Sabtu, 14 Mei 2022 16:10 WIB
Ekonom Universitas Indonesia, Ninasapti Triaswati ungkap benefit dari adanya penyelenggaraan event olahraga Formula E di Jakarta.
Ajang Formula E DKI, Ekonom: Bukan Cuma Uang Benefitnya, Tapi Reputasi Bisnis (Dok.MNC)
Ajang Formula E DKI, Ekonom: Bukan Cuma Uang Benefitnya, Tapi Reputasi Bisnis (Dok.MNC)

IDXChannel - Ekonom Universitas Indonesia, Ninasapti Triaswati mengatakan ada banyak benefit dari adanya penyelenggaraan event olahraga Formula E di Jakarta. Menurutnya hal tersebut dapat mendorong pemulihan ekonomi pasca pandemi.

"Jadi ada benefit yang dapat diraup tetapi perhitungannya tentu saja akan menyeluruh," ujar Ninasapti dalam diskusi Virtual, Sabtu (14/5/2022).

Menurutnya penyelenggaraan Formula E bukan hanya sekedar tujuan Bisnis, tapi juga dapat sebagai pemantik pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya di Jakarta.

"Bukan hanya Keuntungan dari sisi privat, tapi dari sisi publik, artinya keuntungannya bukan hanya untuk penyelenggara yang sifatnya swasta yang juga terkena dampak dari kegiatan tersebut, bisa UMKM," sambungnya.

Selain itu yang paling penting dari adanya penyelengaraan skala internasional tersebut adalah mengangkut reputasi bisnis yang ke depannya bakal dilakukan di Jakarta.

"Reputasi yang paling sulit di ukur, jadi memberikan ekspektasi positif bahwa sudah endemi, masalah dari Covid ternyata sudah bisa teratasi di Indonesia," lanjut Ekonom UI.

Ninaspati berharap angka atau biaya yang digelontorkan untuk pengadaan proyek ini senilai kurang lebih Rp560 miliar memiliki dampak yang jauh lebih besar ke depannya untuk pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

"Dampak posisi ekonominya range antara Rp1,4 - 2,5 triliun, kalau melihat optimis dari pariwisata impact multiplier effect tidak direct tapi indirect, Jadi kalau dari ekonomi harus hati-hati dalam menimbang benefit dan costnya," pungkas Ninaspati.

(IND) 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD