AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17083.15
-0.09%
-16.06
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
814,092 / gram

Akhir 2021, 70 Persen Pelajar Sudah Harus Punya Rekening Tabungan

ECONOMICS
Advenia Elisabeth/MPI
Selasa, 28 September 2021 18:11 WIB
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencanangkan target di mana 70 persen pelajar Indonesia harus memiliki rekening tabungan pada akhir tahun 2021.
Akhir 2021, 70 Persen Pelajar Sudah Harus Punya Rekening Tabungan. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencanangkan target di mana 70 persen pelajar Indonesia harus memiliki rekening tabungan pada akhir tahun 2021. Hal ini disampaikan Anggota Dewan Komisioner bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara, dalam Media Briefing Bulan Inklusi Keuangan (BIK), Selasa (28/9/2021).

Dalam kegiatan dengan tema "Bangkitkan Ekonomi Bangsa", dia menuturkan OJK tak henti dalam mendorong program peningkatan literasi dan inklusi keuangan bagi kelompok pelajar melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Adapun target yang dicanangkan adalah pelajar yang memiliki rekening tabungan bisa mencapai 80 persen pada akhir 2021.

“Program KEJAR akan kita dorong terus. Terlebih di bulan inklusi keuangan ini. targetnya tahun ini, rekening KEJAR bisa mencapai 70 persen pelajar Indonesia harus punya rekening tabungan. Kemudian, tahun depan 80 persen,” ujarnya.

Ia menyampaikan, hingga saat ini total rekening pelajar sudah berjumlah 42 juta akun dengan nominal Rp26,3 triliun, dan jumlah pelajar yang sudah menikmati program ini sudah 63 persen dari total pelajar.

Adapun strategi yang dilakukan OJK guna memenuhi target yang ditetapkan. Yaitu, mendorong bank-bank agar merekrut sekolah-sekolah di Indonesia untuk menjadi agen Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor) dalam rangka keuangan inklusif.

Menurutnya, jika sekolah-sekolah menjadi agen, bank-bank tidak perlu lagi datang ke sekolah untuk transaksi dengan para pelajar.

“Kalau mereka jadi agen, para pelajar bisa memiliki tabungan. Mereka bisa menabung, melihat saldonya dengan senang hati nggak diambil-ambil karena ingin punya uang banyak di masa depan, dan lain halnya,” jelas dia. (TYO)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD