sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Alur Kebijakan Transmigrasi Diubah, Petakan Peluang Ekonomi Sebelum Pindahkan Penduduk

Economics editor Rohman Wibowo
24/08/2026 13:42 WIB
Langkah pembaruan ini diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif sekaligus merespons dinamika disrupsi rantai pasok global.
Alur Kebijakan Transmigrasi Diubah, Petakan Peluang Ekonomi Sebelum Pindahkan Penduduk. Foto: iNews Media Group.
Alur Kebijakan Transmigrasi Diubah, Petakan Peluang Ekonomi Sebelum Pindahkan Penduduk. Foto: iNews Media Group.

Sementara Trans Patriot mengerahkan akademisi dan peneliti untuk meriset potensi wilayah serta membina kemampuan masyarakat setempat sebelum pabrik dibangun. Adapun Trans Karya Nusa membuka pintu investasi industri padat karya dari swasta domestik maupun asing, yang dipadukan dengan Trans Gotong Royong guna mengonsolidasikan koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

Sinergi lintas instansi dinilai menjadi kunci utama dalam merumuskan ekosistem kawasan ekonomi yang inklusif di berbagai pelosok daerah. Keterlibatan terpadu seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan dan memangkas ketimpangan wilayah.

"Pembangunan tidak boleh berjalan secara parsial, melainkan harus terintegrasi di antara kementerian dan lembaga melalui sinergi dan kolaborasi sesuai pesan Bapak Presiden. Ini semua menunjukkan iktikad baik untuk membangun ekosistem kawasan ekonomi transmigrasi agar masyarakat mendapat manfaat yang lebih luas," tutur Iftitah.

Kebijakan baru transmigrasi Indonesia ini turut mendapatkan apresiasi positif dari kalangan akademisi ekonomi internasional. Profesor dan Kepala Departemen Ekonomi di Adam Smith Business School, University of Glasgow, Inggris, Yusuf Soner Baskaya menuturkan keunggulan geopolitik dan posisi strategis Indonesia dipandang sangat relevan dalam memperkuat daya tahan rantainpasok global di tengah ancaman disrupsi ekonomi dunia.

"Menurut pandangan saya, program Kementerian Transmigrasi ini hadir pada waktu yang sangat tepat saat rantai nilai global mulai mengutamakan ketahanan dibandingkan sekadar efisiensi biaya. Indonesia memiliki peran ganda sebagai negara penghubung dan keunggulan geografis besar yang mampu menghadirkan ketahanan terhadap guncangan geopolitik," kata Baskaya.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement