AALI
9575
ABBA
302
ABDA
6175
ABMM
1370
ACES
1250
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
179
ADRO
2210
AGAR
362
AGII
1410
AGRO
1270
AGRO-R
0
AGRS
149
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1045
AKRA
775
AKSI
735
ALDO
1320
ALKA
296
ALMI
296
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.60
-1.04%
-5.27
IHSG
6568.17
-1.31%
-86.99
LQ45
939.34
-1.07%
-10.15
HSI
24243.61
-1.67%
-412.85
N225
27131.34
-1.66%
-457.03
NYSE
0.00
-100%
-16397.34
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
848,798 / gram

Alutsista TNI Jadi Sorotan, Kementrian BUMN Minta PT PAL Ekspor Peralatan Militer

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Senin, 26 April 2021 12:07 WIB
Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga menyebut, industri galangan kapal milik negara itu harus memproduksi alat militer di sektor maritim.
Kementrian BUMN minta PT PAL ekspor peralatan militer. (Foto: MNC Media)
Kementrian BUMN minta PT PAL ekspor peralatan militer. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Di tengah sorotan sejumlah pihak terhadap Sistem Senjata Tentara Nasional Indonesia (Alutsista) TNI, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menginginkan agar PT PAL Indonesia (Persero) dapat mengekspor peralatan utama militer Indonesia tersebut. 

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga menyebut, industri galangan kapal milik negara itu harus memproduksi alat militer di sektor maritim. Dengan begitu, upaya ekspor ke negara tujuan bisa dilakukan. 

“Semoga PT PAL bisa menghasilkan produk-produk maritim yang terbaik untuk Indonesia. Dan kita harapkan ke depan hasil produknya bisa diekspor ke luar negeri. Jadi bukan lagi hanya dipakai ke dalam negeri”, ujar Arya dikutip, Selasa (27/4/2021). 

Dalam catatan PT PAL, ekspor Alutsista matra laut sudah dilakukan sejak 2017. Pada kesempatan tersebut PAL, menyerahkan kapal BRP Davao Del Sur kepada pemesan, yaitu Departemen Pertahanan Nasional Filipina.

Pesanan tersebut merupakan kapal kedua dari paket 2 unit kapal berkelas Strategic Sealift Vessel (SSV). Sebelumnya PAL menyerahkan kapal pertama yaitu BRP Tarlac pada 2016.

Saat ini, manajemen perseroan tengah melakukan pendekatan serius kepada negara peminat produk alutsista dan elektrifikasi energi. DI bidang alutsista matra laut PAL saat ini dalam proses pendekatan kepada negara-negara Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika untuk produk varian dari KCR 60 M dan Landing Dock.

Bahkan, di bidang elektrifikasi energi Barge Mounted Power Plant (BMPP) menjadi andalan potensi perusahaan untuk ekspor dengan negara tujuan utama Bangladesh.

Arya mengapresiasi PT PAL atas pencapaian perusahaan yang telah membuat kapal selam Alugoro atau KRI Alugoro-405. Kapal ini merupakan kapal selam yang dibangun oleh Kementerian Pertahanan (Kemenhan) melalui PT PAL yang bekerja sama dengan perusahaan Korea Selatan, Daweoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME).

“Kemarin Alugoro yang sudah diserahterimakan ke Kementerian Pertahanan tentu adalah momentum bagus. Karena Alugoro merupakan simbol bahwa kita telah menguasai teknologi yang terbaik," katanya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD