sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Amran Optimistis Swasembada Pangan Berlanjut hingga Akhir 2026

Economics editor Rohman Wibowo
05/07/2026 16:05 WIB
Sebanyak delapan komoditas pangan strategis termasuk beras, tercatat telah mencapai status swasembada, dengan tiga di antaranya berhasil diekspor.
Amran Optimistis Swasembada Pangan Berlanjut hingga Akhir 2026 (Foto: dok Kementan)
Amran Optimistis Swasembada Pangan Berlanjut hingga Akhir 2026 (Foto: dok Kementan)

Data kumulatif tersebut memantapkan posisi Indonesia sebagai produsen beras terbesar di wilayah ASEAN, sekaligus menempati peringkat kedua di tingkat global.

“Ini angka ini bukan saja dari BPS, tapi juga dari FAO. Jadi dari FAO mengatakan produksi kita 35 ton. BPS mengatakan kurang lebih 34,7 ton. Kemudian Amerika, United States Department of Agriculture, ini datanya juga 34,6 (ton),” kata Amran.

Amran menyebut, probabilitas keberlanjutan swasembada pangan nasional pada 2026 berada di atas angka 90 persen. Kesiapan tersebut mencakup berbagai jenis komoditas pangan strategis, mulai dari beras, cabai besar, cabai rawit, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, hingga bawang merah.

“Nah, perlu kami sampaikan apa definisi swasembada. Kalau beras adalah sempurna. Kenapa? tidak ada impor sedikit pun beras medium. Dan yang dikatakan swasembada adalah impor maksimal 10 persen. Sesuai regulasi Perpres Nomor 125 Tahun 2022, yang kita tangani adalah 11 komoditas strategis. Ini dipegang oleh pemerintah," katanya.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement