IDXChannel - Pemberdayaan perempuan dalam dunia kewirausahaan bukan lagi sekadar isu kesetaraan, melainkan kebutuhan strategis bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Hal tersebut diungkap Executive Board Member CFA Society Indonesia, Melisa Hendrawati, CFA sekaligus CFO PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) saat acara Indonesia Women in Finance (IWF) 2026 Annual Conference dikutip Minggu (5/7/2026).
"Tantangan kita hari ini bukan lagi membuktikan bahwa perempuan mampu. Tantangan sesungguhnya adalah memastikan mereka memiliki akses terhadap modal, teknologi, jaringan, mentor, dan kepercayaan diri untuk membangun bisnis yang berkelanjutan. Ketika lebih banyak perempuan berwirausaha, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh keluarga mereka, tetapi juga oleh perekonomian nasional," ujar Melisa.
Besarnya kontribusi perempuan dalam sektor UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Menurut CFA (Director Investment & Finance Dapen Telkom) Siti Rakhmawati perempuan memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi, namun masih menghadapi berbagai tantangan dalam memperoleh akses terhadap pembiayaan, jejaring, maupun peluang pengembangan usaha.
Karena itu, dukungan dari seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mempercepat lahirnya lebih banyak women entrepreneurs di Indonesia.