sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Biaya Logistik Masih 14 Persen dari PDB, Jadi Tantangan Daya Saing Ekonomi Nasional

Economics editor Tangguh Yudha
24/06/2026 11:54 WIB
Pelaku industri jasa kurir pun menyatakan dukungan terhadap upaya peningkatan efisiensi biaya logistik nasional di tengah pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
Biaya Logistik Masih 14 Persen dari PDB, Jadi Tantangan Daya Saing Ekonomi Nasional
Biaya Logistik Masih 14 Persen dari PDB, Jadi Tantangan Daya Saing Ekonomi Nasional

IDXChannel - Biaya logistik Indonesia masih berada di kisaran 14 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Angka tersebut dinilai masih cukup tinggi dan menjadi tantangan bagi daya saing ekonomi nasional.

Pelaku industri jasa kurir pun menyatakan dukungan terhadap upaya peningkatan efisiensi biaya logistik nasional di tengah pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang terus berkembang.

Komitmen itu turut disampaikan CEO PT SiCepat Ekspres Indonesia, Barry Lim, dalam forum Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026. Barry mengatakan kolaborasi antarpelaku usaha logistik diperlukan untuk menjawab berbagai tantangan distribusi barang di Indonesia, termasuk tingginya biaya logistik dan ketimpangan biaya pengiriman antarwilayah.

"Konsolidasi industri logistik bukan pilihan, melainkan keniscayaan. SiCepat siap menjadi bagian aktif dari transformasi ini," ujar Barry dikutip Rabu (24/6/2026).

Dia menilai efisiensi logistik menjadi semakin penting seiring pesatnya perkembangan ekonomi digital Indonesia. Mengingat biaya logistik dan disparitas ongkos kirim antara wilayah Jawa dan luar Jawa masih mencapai 20-40 persen.

Di sisi lain, sektor e-commerce menyumbang sekitar 77 persen dari total ekonomi digital nasional dan melibatkan lebih dari 30 juta UMKM, merek, serta merchant yang bergantung pada layanan distribusi barang.

Dalam forum tersebut, SiCepat menjadi salah satu peserta dari klaster konsolidator logistik nasional. Para peserta menandatangani deklarasi yang mencakup komitmen kolaborasi operasional, pemanfaatan infrastruktur dan teknologi bersama, serta penguatan daya saing pelaku logistik domestik.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement