Barry mengatakan, konsolidasi dan kerja sama antarpelaku industri menjadi langkah penting untuk menciptakan jaringan distribusi yang lebih efisien dan menjangkau lebih banyak daerah di Indonesia.
Saat ini industri pos dan kurir memproses lebih dari 25 juta paket setiap hari. Namun, lebih dari 60 persen distribusi barang nasional masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, sehingga efisiensi logistik dinilai penting untuk mendukung pemerataan pertumbuhan ekonomi digital.
Sebagai bagian dari partisipasi dalam acara tersebut, SiCepat juga menampilkan armada kendaraan listrik dan memperkenalkan program Sales & Drop Point (S&DP). Program tersebut ditujukan untuk membuka peluang bagi pelaku usaha lokal bergabung sebagai titik pengiriman resmi guna memperluas jaringan distribusi.
Melalui berbagai langkah ini, perusahaan berharap dapat ikut mendukung penguatan ekosistem logistik nasional sekaligus meningkatkan konektivitas pengiriman barang hingga ke berbagai daerah di Indonesia.
"Berbagi infrastruktur, berkolaborasi dalam teknologi, dan bersama-sama membangun jaringan pengiriman yang efisien hingga ke seluruh pelosok Indonesia. Ini komitmen kami kepada bangsa, bukan hanya kepada bisnis," kata Barry.
(Nur Ichsan Yuniarto)