Setidaknya, kata Anin, kalangan industri semua sektor terutama yang berkapitalisasi besar mesti memiliki kekuatan finansial sampai dua kuartal ke depan pada tahun ini. Ketahanan fiskal perusahaan ini salah satunya untuk memastikan efisiensi yang berujung PHK massal dapat diminimalisir.
"Saya rasa itu (ketahanan keuangan) yang paling penting. Karena kalau bisa cashflow-nya dijaga selama enam bulan ke depan," kata Anin.
Merujuk survei Kadin Indonesia Institute yang memberikan gambaran dunia usaha di kuartal I-2026 menunjukkan konflik geopolitik memberikan tekanan yang cukup besar, terutama melalui kenaikan biaya dan pelemahan permintaan.
Dampak terbesar terlihat pada lonjakan harga energi atau komoditas sebesar 20,9 persen, yang menunjukkan ketegangan global mendorongkenaikan harga input produksi dan biaya operasional, sehingga menekan margin usaha di berbagai sektor.
Selain itu, depresiasi nilai tukar rupiah (16,2 persen) dan penurunan permintaan pasar (16,2 persen) menjadi dampak signifikan lainnya. Pelemahan nilai tukar meningkatkan biaya impor bahan baku, sementara permintaan yangmenurun mencerminkan melemahnya daya beli dan aktivitas perdagangan,baik domestik maupun global.
(Dhera Arizona)