IDXChannel – Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) menyatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berperan dalam mendukung pembangunan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang telah diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 10 Juli 2026.
Dalam proyek tersebut, LMAN mendanai pengadaan tanah seluas sekitar 1,12 juta meter persegi dengan nilai mencapai Rp316,86 miliar.
Direktur Utama LMAN, Kristijanindyati Puspitasari, mengatakan pembangunan Bendungan Meninting menjadi bukti kehadiran APBN yang tidak hanya membiayai konstruksi, tetapi juga mendukung proses pengadaan lahan sebagai fondasi utama pembangunan.
"Pembangunan infrastruktur strategis tidak hanya memerlukan perencanaan dan konstruksi, tetapi juga kesiapan lahan sebagai fondasi utama agar pembangunan dapat terlaksana tepat waktu dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat," ujar Kristijanindyati dalam keterangannya, Kamis (23/7/2026).
Menurut dia, kepastian ketersediaan lahan merupakan elemen penting untuk menjaga kelancaran pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN). Karena itu, LMAN menjalankan mandat pemerintah dengan mengalokasikan dana APBN untuk penyediaan lahan sesuai tahapan yang telah direncanakan.
Kristijanindyati berharap Bendungan Meninting dapat menjadi pengungkit pembangunan di NTB melalui penyediaan air baku, peningkatan produktivitas pertanian, pengendalian banjir, serta penguatan ketahanan air dan pangan.
"Keberadaan Bendungan Meninting diharapkan menjadi pengungkit pembangunan di Nusa Tenggara Barat melalui penyediaan air baku, peningkatan produktivitas pertanian, pengendalian banjir, serta penguatan ketahanan air dan pangan. Inilah wujud nyata APBN yang manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat," katanya.
Pendanaan pengadaan tanah tersebut disalurkan secara bertahap sepanjang 2019 hingga 2023, mengikuti proses pengadaan lahan yang dilakukan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi NTB atas permohonan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I Mataram.
Kepala BBWS Nusa Tenggara I Mataram, Antonius Suryono, mengatakan Bendungan Meninting dirancang untuk memperkuat ketahanan air di wilayah tersebut.
Menurutnya, bendungan itu akan mengairi sekitar 1.559 hektare lahan pertanian yang dimanfaatkan lebih dari 3.200 petani, meningkatkan intensitas tanam hingga tiga kali dalam setahun, menyediakan sekitar 12,96 juta liter air baku per hari bagi lebih dari 99 ribu jiwa, serta mengurangi potensi banjir di kawasan seluas 59 hektare.
Sebagai Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan, LMAN bertugas mengelola pendanaan pengadaan tanah untuk proyek strategis nasional agar pembayaran ganti kerugian kepada masyarakat penerima hak dapat dilakukan secara akuntabel sesuai ketentuan.
Kristijanindyati menegaskan proses pendanaan pengadaan tanah tetap mengedepankan prinsip keadilan dan transparansi.
"Melalui pendanaan pengadaan tanah, kami memastikan proses pembangunan infrastruktur berjalan seiring dengan terpenuhinya hak masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, pembangunan dapat berlangsung secara akuntabel, transparan, dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat," ujar dia.
(Shifa Nurhaliza Putri)