Kristijanindyati berharap Bendungan Meninting dapat menjadi pengungkit pembangunan di NTB melalui penyediaan air baku, peningkatan produktivitas pertanian, pengendalian banjir, serta penguatan ketahanan air dan pangan.
"Keberadaan Bendungan Meninting diharapkan menjadi pengungkit pembangunan di Nusa Tenggara Barat melalui penyediaan air baku, peningkatan produktivitas pertanian, pengendalian banjir, serta penguatan ketahanan air dan pangan. Inilah wujud nyata APBN yang manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat," katanya.
Pendanaan pengadaan tanah tersebut disalurkan secara bertahap sepanjang 2019 hingga 2023, mengikuti proses pengadaan lahan yang dilakukan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi NTB atas permohonan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I Mataram.
Kepala BBWS Nusa Tenggara I Mataram, Antonius Suryono, mengatakan Bendungan Meninting dirancang untuk memperkuat ketahanan air di wilayah tersebut.
Menurutnya, bendungan itu akan mengairi sekitar 1.559 hektare lahan pertanian yang dimanfaatkan lebih dari 3.200 petani, meningkatkan intensitas tanam hingga tiga kali dalam setahun, menyediakan sekitar 12,96 juta liter air baku per hari bagi lebih dari 99 ribu jiwa, serta mengurangi potensi banjir di kawasan seluas 59 hektare.
Sebagai Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan, LMAN bertugas mengelola pendanaan pengadaan tanah untuk proyek strategis nasional agar pembayaran ganti kerugian kepada masyarakat penerima hak dapat dilakukan secara akuntabel sesuai ketentuan.