sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

AS Tuding RI Transhipment Produk Plastik, Airlangga Beberkan Faktanya  

Economics editor Anggie Ariesta
20/08/2026 18:42 WIB
AS memasukkan Indonesia ke dalam daftar jaringan pengalihan barang (transhipment). Airlangga pun buka suara membantah tudingan tersebut.
AS Tuding RI Transhipment Produk Plastik, Airlangga Beberkan Faktanya. (Foto: iNews Media Group)
AS Tuding RI Transhipment Produk Plastik, Airlangga Beberkan Faktanya. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membantah tegas laporan pemerintah Amerika Serikat (AS) yang memasukkan Indonesia ke dalam daftar jaringan pengalihan barang (transhipment). AS menuding praktik tersebut dimanfaatkan oleh eksportir China untuk menghindari ketentuan tarif masuk.

Airlangga menekankan bahwa laporan berjudul The Great Transhipment Scam yang menempatkan Indonesia di kelompok Tier 2 bersama Brasil, Malaysia, Thailand, Turki, dan Vietnam disusun hanya berdasarkan kaji ulang asumsi tanpa konfirmasi.

"Kami katakan bahwa tuduhan tersebut tidak benar. Dan kedua, Indonesia ditempatkan di Tier 2, diasumsikan masuk tier 2, di mana merupakan manufaktur terintegrasi dengan China dan ekspornya ke Amerika, terutama untuk produk-produk plastik dan turunannya," ujar Airlangga dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (20/8/2026).

Selain itu, Airlangga meluruskan bahwa kawasan industri pengolahan seperti di Batam dan Bekasi telah berdiri lama sejak era 1990-an dengan mayoritas kepemilikan oleh perusahaan nasional. 

Adapun porsi pasokan bahan baku plastik domestik didukung oleh produsen dalam negeri seperti Chandra Asri dan Lotte Chemical.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement