AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/05/13 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
27718.67
0%
0.00
N225
27448.01
0%
0.00
NYSE
16181.63
-1.06%
-173.99
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,198
Emas
838,980 / gram

Awas! Ada Gelombang Ketiga Covid, Bahaya Bagi Ekonomi RI

ECONOMICS
Michelle N/Sindonews
Sabtu, 10 April 2021 12:35 WIB
Negara-negara di dunia termasuk Indonesia sedang menghadapi ancaman gelombang ketiga merebaknya virus covid-19.
Awas! Ada Gelombang Ketiga Covid, Bahaya Bagi Ekonomi RI (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Negara-negara di dunia termasuk Indonesia sedang menghadapi ancaman gelombang ketiga merebaknya virus covid-19. Bisa hal ini tidak mampu dicegah, maka akan mengancam perekonomian nasional yang saat ini berusaha untuk pulih.

Anggota Komisi XI dari Fraksi Gerindra Kamrussamad  menegaskan apabila gelombang ketiga pandemi covid 19 tidak  dapat dicegah maka Akibatnya sangat Fatal bagi fundamental ekonomi , 

Pembentukan Kementerian Investasi & Pencipta Lapangan kerja serta Pembentukan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) masih belum bisa diharapkan dalam jangka waktu Pendek mampu Gerakkan Investasi karena Ekosisten Investasi Global masih wait & see Melihat Kemampuan Negara dalam mengendalikan Covid -19. 

Bunga Kredit Perbankan Belum turun Masih kisaran 12-14% landing rata ke Pelaku usaha. BI rata 3,5% tidak signifikan mendorong Penurunan bunga kredit perbankan. Jadi wajar jika Dunia usaha masih belum bergerak. 

"IMF baru saja Mengkoreksi Proyeksi Pertumbuhan  ekonomi Indonesia ke bawah Menjadi 4,3% tahun 2021. Jika Gelombang ke-3 datang bisa jadi koreksi ke bawah lebih mendalam," kata Kamsrumad di Jakarta, Sabtu (10/4/2021).

Kebijakan Nasionalisme Vaksin berpotensi Semakin menyulitkan Indonesia . Untuk itu kita sarankan Pemerintah menyiapkan Skenario terburuk yaitu Perubahan kebijakan Fiskal dengan fokus penyiapan Skema Pembiayaan Bansos dinaikkan dan diperpanjang serta diperluas. 

Kedua batas waktu Kebijakan Relaksasi Kredit Perbankan harus dilakukan secara gradual & sektoral bahkan sektor tertentu bisa diperpanjang hingga 2023. 

Kebijakan  antisipasi kemungkinan Lonjakan NPL tak terkendali pada industri Perbankan.  Ketiga konsep Pemulihan ekonomi Nasional dirubah menjadi Penyelamatan ekonomi nasional sehingga lebih tajam dan fokus Pada sektor UMKM dan Industri Padat Karya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD