sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bahlil Akui Stok LPG Sempat Kritis, Kini Diklaim Sudah Aman

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
11/04/2026 04:00 WIB
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, stok Liquefied Petroleum Gas (LPG) sempat kritis pada pekan lalu.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, stok LPG sempat kritis pada pekan lalu. (Foto: iNews Media/Iqbal Dwi Purnama)
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, stok LPG sempat kritis pada pekan lalu. (Foto: iNews Media/Iqbal Dwi Purnama)

Dia mengapresiasi peran Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang mau menjual produknya ke dalam negeri, ketimbang ekspor. Kuota ekspor 30 persen yang sebelumnya diberikan pemerintah, dialihkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dahulu, sehingga cadangan energi nasional dipastikan dalam posisi aman untuk saat ini. 

"Mulai 2 hari kemarin, LPG kita cadangannya sudah di atas 10 hari, sudah mendekati normal. Jadi tidak perlu keraguan lagi," katanya.

Sebelumnya Sesditjen Migas Kementerian ESDM Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam menjelaskan, kebijakan peralihan ekspor untuk mengutamakan kebutuhan dalam negeri bertujuan untuk menekan tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG.  

Dia mengakui bahwa produksi dalam negeri masih belum mampu memenuhi kebutuhan, sehingga pasokan LPG nasional masih didominasi impor. Kondisi ini semakin menantang akibat dinamika geopolitik global, termasuk kendala distribusi di jalur strategis seperti Selat Hormuz.

"LPG yang selama ini digunakan oleh industri kami upayakan dialihkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama LPG 3 kg yang sangat dibutuhkan,” ujar Rizwi dalam Raker bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (8/4/2026).

(Rahmat Fiansyah) 

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement