Berdasarkan data Worldometer, Rusia memiliki cadangan minyak terbukti sekitar 80 miliar barel pada 2025. Jumlah tersebut menempatkan Rusia di peringkat ke-9 dunia dan menyumbang sekitar 4,53 persen dari total cadangan global. Cadangan ini diproyeksikan cukup untuk memenuhi kebutuhan domestik hingga 58–62 tahun ke depan pada tingkat produksi saat ini.
Sejauh ini, Kementerian ESDM juga mengupayakan penerapan program mandatori biodiesel 50 persen (B50) sebagai langkah mengantisipasi keterbatasan energi. Pemerintah mencampur 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit dengan 50 persen solar. Kebijakan ini diharapkan dapat menciptakan surplus stok gasoil di dalam negeri.
"Sekalipun kita tahu bahwa ketegangan geopolitik belum jelas kapan berakhir, dan sejumlah negara telah mengambil berbagai kebijakan efisiensi, cadangan BBM kita masih berada di atas standar minimal nasional," kata Bahlil.
Di sisi lain, Kementerian ESDM juga akan mempercepat kajian kebijakan untuk menyesuaikan diri dengan pergerakan harga energi dunia yang dinamis, khususnya di sektor migas.
Bahlil menegaskan pemerintah tidak melakukan penyesuaian harga BBM subsidi. Harga Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) dan Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) tetap dipertahankan. Sementara itu, untuk Jenis Bahan Bakar Umum (JBU) atau BBM nonsubsidi, pembahasannya masih dilakukan bersama badan usaha niaga BBM.