“Secara pasokan semuanya ada. Harganya memang ada terjadi koreksi karena mengikuti harga dunia. Terkecuali hanya di Indonesia naik, di dunia tidak naik,” ujarnya.
Pada sisi lain, pemerintah tetap berupaya menjaga keberlanjutan implementasi Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) yang selama ini menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan daya saing industri nasional, khususnya sektor padat karya dan manufaktur.
Bahlil mengatakan pemerintah masih mengkaji berbagai langkah agar biaya energi yang ditanggung industri dapat lebih efisien tanpa mengganggu keberlanjutan pasokan energi nasional.
“Untuk harga HGBT itu memang sesuai dengan apa yang menjadi keputusan pemerintah. Sampai sekarang kita mencari agar lebih efisien,” katanya.
Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea memperingatkan potensi terjadinya gelombang PHK apabila persoalan harga dan pasokan gas industri tidak segera ditangani.