Menurut Andi Gani, sejumlah industri padat karya, terutama sektor keramik dan alas kaki, mulai menghadapi tekanan akibat tingginya biaya energi yang berdampak pada penurunan produksi.
“Saya meminta Menteri ESDM Bahlil Lahadalia segera mengambil kebijakan-kebijakan cepat untuk menyelesaikan persoalan gas industri. Kalau tidak, badai PHK akan terjadi,” kata Andi Gani usai menghadiri Kongres III Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) di Jakarta, Minggu (7/6/2026).
Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) mengatakan bahwa kenaikan harga gas memang tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi turut dialami sejumlah negara pesaing. Thailand misalnya, yang sebelumnya menikmati harga gas sekitar USD12 per MMBTU.
Sementara di Malaysia, harga gas yang sebelumnya berada di kisaran USD10-11 per MMBTU.
Meski demikian, kondisi di Indonesia dinilai memiliki tantangan tersendiri. Industri keramik saat ini hanya memperoleh sekitar 40 persen pasokan gas dengan harga khusus USD15 per MMBTU.
(kunthi fahmar sandy)